MediaSelayar.Com | Medianya Orang Selayar Raja Gowa XXXVIII dan Permaisuri Nikmati Budaya "Attojeng" di Buki Selayar
  • Jelajahi

    Copyright © MediaSelayar.Com | Medianya Orang Selayar

    Raja Gowa XXXVIII dan Permaisuri Nikmati Budaya "Attojeng" di Buki Selayar

    Minggu, 14 November 2021, 21:38 WIB Last Updated 2021-11-14T13:58:36Z


    MEDIA SELAYAR.
    Raja Gowa XXXVIII Andi Kumala Idjo Daeng Sila Karaeng Lembang Parang Batara Gowa III dan Permaisuri Andi Hikmawati Petta Omba, melakukan silaturahim ke Buki, Desa Buki, Kecamatan Buki, Kepulauan Selayar, Sabtu (13/11) sore.


    Kedatangan Raja Gowa XXXVIII dan Permaisuri di Buki, disambut oleh Ketua Lembaga Adat Ammaguru Kaopuan Buki Andi Mappasessu bersama Pemerintah Kecamatan Buki dan jajarannya.


    Prosesi penjemputan dilakukan dengan tradisi Angngaru, yang merupakan tradisi yang sudah turun temurun pada penjemputan seorang raja pada zamannya.


    Di Buki, Raja Gowa XXXVIII bersama Permaisuri dan rombongan lainnya disuguhkan pagelaran seni budaya Attojeng yang dipersembahkan oleh masyarakat Desa Bontolempangan Kecamatan Buki.


    Tidak hanya menyaksikan, Raja Gowa XXXVIII dan Permaisuri juga menikmati langsung budaya Attojeng tersebut. 


    Attojeng sendiri merupakan salah satu permainan tradisional masyarakat yang sampai saat ini masih terus dilestarikan oleh masyarakat Desa Bontolempangan. Dimana budaya Attojeng ini menggunakan ayunan raksasa dengan tinggi bisa mencapai 9 meter. Bahan yang digunakan terdiri dari bambu berukuran panjang. 


    Sementara bahan lainnya dari kayu dan akar atau tumbuhan merambat untuk mengikat atau menyambungkan setiap bahan.


    Dulunya atraksi budaya ini menyiratkan nilai suka cita menyambut raja dan para pasukannya yang pulang dari medan perang. Dan sampai saat ini nilai suka cita tersebut tetap terjaga dalam tradisi masyarakat Desa Bontolempangan.


    Raja Gowa XXXVIII Andi Kumala Idjo Daeng Sila Krg. Lembang Parang Batara Gowa III yang berkenang menyampaikan sambutan, menuturkan bahwa ia baru pertama kalinya menginjakkan kaki di Selayar. Padahal hubungan Gowa dengan Selayar dikenal sangat kental sejak zaman dahulu kala.


    “Luar biasa dan terima kasih atas penyambutannya, momen ini tidak akan pernah saya lupakan,” ucap yang mulia Andi Kumala Idjo Daeng Sila Krg. Lembang Parang Batara Gowa III.


    Hari ini kita menyaksikan silaturrahim yang dibungkus dengan budaya. Budaya ini harus dijaga karena merupakan warisan dari nenek moyang kita, tambahnya.


    Diketahui, selama kunjungannya di Kabupaten Kepulauan Selayar, Raja Gowa XXXVIII bersama Permaisuri dan rombongan, terus didampingi oleh Kadis Pariwisata Kepulauan Selayar Andi Abdurrahman, S.E., M.M. (KT2). 

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Berita Terbaru