MEDIA SELAYAR - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia dalam beberapa hari ke depan.
Masyarakat pesisir, nelayan, dan operator transportasi laut diminta meningkatkan kewaspadaan.
Berdasarkan informasi dari laman resmi BMKG Maritim, tinggi gelombang di beberapa perairan diperkirakan mencapai kategori sedang hingga sangat tinggi, dengan ketinggian berkisar antara 1,25 meter hingga lebih dari 4 meter, tergantung wilayah dan waktu prakiraan.
Gelombang tinggi tersebut berpotensi terjadi akibat peningkatan kecepatan angin yang bertiup di sejumlah perairan Indonesia.
Kondisi ini dinilai berisiko terhadap keselamatan aktivitas pelayaran, khususnya kapal nelayan, kapal penyeberangan, serta aktivitas wisata bahari.
BMKG mengimbau agar:
Nelayan dan pengguna perahu kecil menunda aktivitas melaut di wilayah terdampak.
Kapal berukuran besar seperti kapal kargo dan kapal penumpang meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi dan angin kencang.
Masyarakat pesisir dan wisatawan menghindari aktivitas di sekitar pantai saat kondisi gelombang tinggi terjadi.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca maritim terbaru yang diperbarui secara berkala melalui laman resmi BMKG atau kanal informasi resmi lainnya.
“Keselamatan menjadi prioritas utama. Kami mengimbau seluruh pihak yang beraktivitas di laut agar memperhatikan peringatan dini dan menyesuaikan rencana perjalanan dengan kondisi cuaca,” demikian imbauan BMKG.
Informasi lengkap terkait wilayah terdampak dan prakiraan tinggi gelombang dapat diakses melalui laman maritim.bmkg.go.id.
Pada laman resmi BMKG juga menjelaskan bahwa Bibit Siklon Tropis 97S dan sejumlah area tekanan rendah terpantau di wilayah Perairan utara Australia Utara dengan tekanan udara minimum sebesar 1004 hPa.
Kondisi ini menyebabkan peningkatan kecepatan angin >25 knot di wilayah perairan Sulawesi Selatan.
Secara umum, pola angin di perairan Sulawesi Selatan berasal dari Barat - Utara dengan kecepatan antara 6 - 30 knot, yang mampu meningkatkan ketinggian gelombang laut di perairan tersebut.
Kecepatan angin dan gelombang tertinggi terpantau di wilayah pesisir barat dan selatan Sulawesi Selatan. Termasuk diwilayah perairan Kepulauan Selayar.
Kondisi ini berlaku 21/1/2026 sampai dengan 25/1/2026. (*)
