MEDIA SELAYAR - Cuaca ekstrim angin musim barat disertai hujan dan gelombang tinggi diperairan Kepulauan Selayar menyebabkan lumpuhnya sejumlah aktivitas masyarakat khususnya yang bermukim diwilayah pesisir.
Selain melumpuhkan aktivitas masyarakat nelayan, cuaca ekstrim juga menghambat pasokan sembako dan kebutuhan lainnya ke wilayah Kepulauan Selayar.
" Sudah hampir sepekan ini lumpuh total aktivitas melaut, bukan hanya aktivitas melaut yang lumpuh tapi perahu-perahu pembawa sembako yang biasa datang setiap beberapa hari juga ikut lumpuh, akibatnya kita disini sangat rawan kekurangan sembako, jelas Muh Arsyad, warga Kepulauan Selayar, saat hubungi Pewarta via telepon, Rabu (21/1/2026).
Pantauan Pewarta di sejumlah pulau-pulau kecil dalam kawasan Takabonerate juga terjadi hal yang sama. Aktivitas melaut oleh nelayan juga lumpuh total dalam sepekan terakhir.
Hasil pengumpulan informasi Pewarta dalam sepekan terakhir, aktivitas pelayaran kapal Pelni dan kapal feri juga terganggu akibat cuaca ekstrim musim barat di wilayah kepulauan.
Salah seorang Perwira Kapal Pelni yang dihubungi via pesan whatsapp menjawab bahwa kapal KM. Sabuk Nusantara 85 yang biasa melayani warga Kepulauan terpaksa tertahan beberapa kali dalam pelayarannya ke wilayah kepulauan.
" Iya, kami tertahan cuaca dan menunda pelayaran saat dipelabuhan Maumere NTT, kemudian sampai ini kami juga masih tertahan di Pelabuhan Pasilambena sampai cuaca agak membaik baru melanjutkan pelayaran ke Pasimarannu' terangnya lewat pesan singkat.
Kondisi cuaca ekstrim yang melanda diperkirakan masih akan terjadi hingga beberapa hari kedepan. Kendati disebutkan oleh para nelayan bahwa angin musim barat terjadi setiap tahun pada akhir dan awal tahun namun pada tahun 2026 ini angin dan ombaknya cukup ekstrim dibanding sebelumnya.
Akibat cuaca ekstrim dalam sepekan terakhir, warga yang bermukim diwilayah pulau-pulau kecil mulai khawatir kehabisan stok pangan dan kebutuhan lainnya. Termasuk keberadaan tabung gas kebutuhan rumah tangga sudah mulai sulit didapatkan dan harganya antara 40 hingga 50ribu rupiah pertabung 3 kg.
Warga kepulauan berharap agar mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten. (Yus).
