MediaSelayar.Com | Medianya Orang Selayar Seorang Dokter Di Selayar Nyaris Dilempar Kursi Oleh Warga Sekitar Tempat Karantina Belasan ODP Covid-19 ", Ada Apa Ya ?
  • Jelajahi

    Copyright © MediaSelayar.Com | Medianya Orang Selayar
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Seorang Dokter Di Selayar Nyaris Dilempar Kursi Oleh Warga Sekitar Tempat Karantina Belasan ODP Covid-19 ", Ada Apa Ya ?

    Media Selayar
    Jumat, 01 Mei 2020, 03:08 WIB Last Updated 2020-05-01T04:51:50Z
    selayar
    Illustrasi Mau Lempar Kursi
    MEDIA SELAYAR. Terjadi kejadian yang menarik perhatian warga disekitar Hotel Rayhan Square, sebagai salah satu tempat karantina penumpang Wings Air menyusul seorang penumpangnya ditetapkan sebagai pasien positif covid-19 pertama di Kabupaten Kepulauan Selayar.

    Kejadian yang menjadi perhatian masyarakat itu terjadi pada Kamis (30/4) siang disekitar hotel tersebut.

    Kejadiannya sontak mengagetkan petugas medis dan personil Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Selayar, yang sementara berada dilokasi hotel Rayhan,

    Salah seorang dokter yang bertugas nyaris menjadi korban pelemparan kursi, oleh salah seorang warga yang tinggal dekat dengan tempat karantina ODP dan OTG di hotel Reyhan tersebut.

    Dari hasil pengumpulan informasi, Pewarta mengetahui kalau dokter yang nyaris menjadi korban tersebut adalah dr. Frengky Wijaya, Kepala UPT Puskesmas Benteng, yang juga dikenal sebagai dokter yang aktif melakukan edukasi terkait pencegahan covid-19 dan termasuk dokter yang ramah dan disenangi oleh masyarakat Selayar.

    Tidak dapat melakukan konfirmasi terkait kejadian yang menimpanya, Pewarta kemudian menelusuri akun pribadi facebook, Frengki Wijaya, dan menemukan postingan yang merupakan curahan hati dr. Frengki atas kejadian yang menimpanya.


    Dalam postingan yang mendapat tanggapan rartusan netizen tersebut, dr. Frengky menulis "Salahkah jika kami petugas kesehatan membantu org yg menjalani karantina???
    Haruskah kami diperlakukan tdk manusiawi. Hari ini sy mau dilempari kursi oleh salah satu warga yg tinggal di sekitar Rayhan. Sungguh terlalu perlakuannya"



    Dalam keterangan lain yang diperoleh Pewarta, penyebab permasalahannya adalah karena AC Out pada kamar yang akan digunakan oleh dr. Frangki beristirahat, menghadap tepat ke rumah warga yang nyaris melempar dokter. Warga tersebut meminta agar kamar tersebut tidak digunakan karena Ia khawatir penyebaran covid-19 bisa lewat pembuangan ac tersebut.

    Sejumlah pemerhati dan tokoh masyarakat yang mengetahui cerita kejadian, menyayangkan hal ini. Mereka khawatir, apa jadinya jika para medis sebaik dr. Frengki tidak mau lagi turun menangani kesehatan masyarakat karena takut kejadian yang mengancamnya terulang.

    Sebaiknya pihak terkait mengambil langkah atas hal ini, ujar Muh. Alif salah seorang warga yang melihat kejadian tersebut. Untung tadi ada beberapa pejabat yang melerai, coba tidak, kasian pak dokter, katanya.

    "Tolong jangan panik,"Semua tindakan pencegahan diambil oleh dokter dan staf yang bertugas menangani COVID-19 untuk memastikan mereka bukan pembawa infeksi dengan cara apapun. Langkah keras apa pun akan melemahkan semangat mereka. Adalah kewajiban kita untuk menjaga moral mereka tetap tinggi." ajak sumber Pewarta, bernada agak tinggi. 

    Para dokter menyelamatkan hidup kita, mempertaruhkan nyawa mereka," kita masyarakat Selayar seharusnya tidak melakukan ini. Ini salah." kata sumber lagi.

    Sementara itu, seorang warga lainnya yang tinggal disekitar Reyhan Square kepada Pewarta langsung nyerocos berkata, "Entah apa merasuki warga yang mengamuk dan nyaris menyerang dr. Frengki, namun bisa dipastikan, tentu punya alasan., Ya saya warga sekitar sangat khawatir, kalau penempatan hotel tersebut sebagai tempat karantina penumpang Wings Air, ODP Covid-19 di Selayar ini, menjadikan masyarakat khawatir dan takut. 

    Sejumlah warga disekitar hotel Reyhan juga angkat bicara, namun mewanti wanti Pewarta untuk tidak membuka identitas mereka. Mereka bicara menyuarakan keberatan atas dijadikannya hotel yang berada ditengah-tengah pemukiman padat ini sebagai tempat karantina ODP Covid-19.

    Termasuk Pewarta juga mendapatkan suara-suara sumbang terkait penetapan hotel ditengah pemukiman padat penduduk sebagai lokasi karantina. Memunculkan pertanyaan apakah tidak membahayakan warga sekitar hotel dari penularan virus korona ? Tidak adakah tempat lain diluar kota atau yang aman dari pemukiman padat penduduk ? ketus mereka bertanya.

    Pada intinya dari semua keterangan yang diperoleh Pewarta dalam mencari awal kejadian yang sebenarnya, adalah mereka sebagian warga yang tinggal disekitar lokasi hotel merasa khawatir dan takut ada lokasi karantina ODP Covid-19 disekitar pemukiman mereka.

    Pewarta berupaya melakukan konfirmasi ke Gugus Tugas Covid-19 Selayar, Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Ansar Ahmad, membenarkan 3 hotel dijadikan lokasi karantina penumpang Wing Air. (Tim).
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Berita Terbaru