MEDIA SELAYAR — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi, tidak hanya menimbulkan kerusakan bangunan dan korban jiwa di wilayah Flores, tetapi juga membawa duka bagi keluarga warga Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Seorang warga Selayar bernama Rinto Harahap, warga Dusun Bonelambere, Desa Bontosaile, Kecamatan Pasimasunggu, Kabupaten Kepulauan Selayar, dikabarkan menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam bencana tersebut.
Rinto diketahui berangkat dari Selayar sehari sebelum kejadian menggunakan kapal Pelni Sanusi 49 dari Jampea menuju Flores.
Informasi mengenai meninggalnya Rinto disampaikan pihak keluarga setelah berkomunikasi dengan keluarga yang berada di NTT.
"Sudah dipastikan Rinto meninggal dunia terkena reruntuhan rumahnya saat gempa. Ia dan bapaknya serta salah seorang keluarganya dari Makassar meninggal dunia. Kami sudah komunikasi dengan keluarga di sana," kata Deli, keluarga Rinto, melalui sambungan telepon, Sabtu (15/8/2026).
Menurut informasi keluarga, Rinto berada di wilayah Kabupaten Manggarai, tepatnya Kecamatan Reok, Desa Paralando, Dusun Langkas. Rumah yang ditempati Rinto dan keluarganya dilaporkan mengalami kerusakan berat hingga rata dengan tanah akibat guncangan gempa.
Kabar tersebut menambah duka bagi keluarga Rinto di Selayar. Hingga kini, keluarga masih berharap komunikasi dengan pihak keluarga di NTT dapat kembali tersambung secara normal untuk memperoleh informasi lebih lengkap mengenai kondisi korban serta proses penanganan selanjutnya.
Informasi lain yang diterima, Rinto memiliki seorang istri dan dua anak yang saat ini berada di Dusun Bonelambere, Desa Bontosaile, Kecamatan Pasimasunggu Kabupaten Kepulauan Selayar.
Gempa M7,7 yang terjadi di wilayah Flores tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan bangunan dan korban jiwa. Laporan awal menyebut sedikitnya lima orang meninggal dunia, dengan korban berasal dari Kabupaten Sikka dan Manggarai. (R).


