Pasca Guncangan Gempa Air Laut Naik di Pesisir Kepulauan Selayar

Media Selayar
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:31 WIB Last Updated 2026-08-15T01:31:17Z

Pasca Guncangan Gempa Air Laut Naik di Pesisir Kepulauan Selayar


MEDIA SELAYAR
— Pascagempa magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi, dilaporkan air laut masuk hingga ke kawasan permukiman warga.

Gelombang tsunami yang menerjang sejumlah wilayah pesisir Kabupaten Kepulauan Selayar, pasca gempa diawali dengan surutnya air laut dipantai. Malah di pelabuhan Pulau Bonerate, air laut berbusa dan deras terjadi pasca guncangan gempa pada Sabtu (15/8/2026) pagi.

Di Desa Bonea, Kecamatan Pasimarannu, ketinggian air laut yang masuk ke permukiman warga dilaporkan mencapai dibawah lutut orang dewasa. Air kemudian berangsur-angsur surut dan meninggalkan genangan di sejumlah titik permukiman.

Sejumlah warga yang menyaksikan langsung kejadian tersebut menuturkan, sebelum air laut menerjang, kondisi pantai sempat mengalami surut. Tak lama kemudian, muncul gelombang yang disertai buih putih dan bergerak cepat menuju daratan.

Gelombang tersebut kemudian menerobos masuk melewati tanggul pantai yang tidak lagi mampu menahan dorongan air laut.

Peristiwa tersebut sontak membuat warga panik. Sejumlah warga memilih meninggalkan rumah dan menyelamatkan diri bersama keluarga menuju tempat yang lebih tinggi untuk mengantisipasi kemungkinan datangnya gelombang susulan.

Selain Desa Bonea, air laut juga dilaporkan menerjang kawasan pesisir Kecamatan Pasimasunggu, termasuk Pantai Dusun Pakangkang dan sejumlah wilayah pesisir lainnya di Pulau Jampea.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai jumlah kerusakan maupun kerugian akibat tsunami tersebut. Namun, berdasarkan informasi awal dari warga, gelombang air laut dipastikan telah merusak sejumlah infrastruktur milik warga di Desa Bonea.

Warga hingga kini masih meningkatkan kewaspadaan dan memilih menjauh dari kawasan pantai, mengingat potensi terjadinya gelombang susulan setelah gempa kuat yang mengguncang wilayah NTT.

Kendati peringatan dini Tsunami Gempa NTT telah dicabut dan dinyatakan telah berakhir namun Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar menghimbau masyarakat tetap waspada dan tidak mendekat ke arah pantai hingga kondisi betul betul dinyatakan aman.

Himbauan sama juga disampaikan oleh  Kapolres Selayar dan mengerahkan seluruh personil Binmas di seluruh Polsek agar melakukan patroli keamanan dan ketertiban mengingat banyaknya warga yang meninggalkan rumah mengungsi mengamankan diri ke daerah yang lebih tinggi. (R).

Informasi mengenai dampak dan kerusakan masih terus dihimpun dari sejumlah wilayah pesisir Kepulauan Selayar.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pasca Guncangan Gempa Air Laut Naik di Pesisir Kepulauan Selayar

Trending Now

Iklan