MEDIA SELAYAR – Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap korban tenggelamnya KM Nurul Salsa resmi dihentikan pada Jumat (24/7/2026).
Hal ini disampaikan dalam rapat evaluasi yang digelar di Pos SAR Selayar, Jumat (24/7/2026) pukul 17.00 WITA.
Penutupan operasi dilakukan setelah melaksanakan operasi SAR selama tujuh hari kemudian diperpanjang tiga hari sesuai ketentuan.
Berdasarkan data terbaru hasil verifikasi Tim SAR jumlah korban KM Nurul Salsa tercatat sebanyak 76 orang. Hingga operasi ditutup, 58 orang berhasil ditemukan selamat, empat orang ditemukan meninggal dunia, sedangkan 14 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan.
Data tersebut merupakan hasil pembaruan setelah dilakukan verifikasi ulang manifes penumpang sehingga jumlah korban sebelumnya direvisi dari 78 menjadi 76 orang.
Pada hari terakhir operasi, Tim DVI gabungan juga berhasil mengidentifikasi tiga korban yang sebelumnya dievakuasi, yakni Hasriati dan Bau Intang. Sementara satu jenazah laki-laki yang ditemukan pada Kamis (23/7) terindentifikasi bernama Hasbi (41).
Selama operasi berlangsung, Tim SAR menghadapi berbagai kendala, terutama luasnya area pencarian, cuaca dan gelombang laut, serta kuatnya arus yang menyebabkan korban diduga hanyut hingga ke wilayah perairan Pangkep.
Meski operasi SAR resmi ditutup, Basarnas menegaskan pemantauan tetap dilakukan dan masyarakat pesisir maupun nelayan diminta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban di laut.
Tragedi tenggelamnya KM Nurul Salsa menjadi salah satu kecelakaan pelayaran terbesar yang terjadi di perairan Kepulauan Selayar dan kembali menjadi pengingat pentingnya peningkatan standar keselamatan pelayaran, kepatuhan terhadap manifes penumpang, serta penguatan kapasitas layanan pencarian dan pertolongan di wilayah kepulauan. (R).


