MediaSelayar.Com | Medianya Orang Selayar Pengelolaan Aneka Bansos Dampak Pandemi Covid-19 Di Kepulauan Selayar Perlu Lebih Terbuka
  • Jelajahi

    Copyright © MediaSelayar.Com | Medianya Orang Selayar

    Pengelolaan Aneka Bansos Dampak Pandemi Covid-19 Di Kepulauan Selayar Perlu Lebih Terbuka

    Media Selayar
    Senin, 21 Desember 2020, 19:53 WIB Last Updated 2020-12-21T12:25:45Z

    MEDIA SELAYAR
    . Penerimaan bantuan sosial pemerintah dimasa pandemi Covid-19 kembali hangat dibicarakan sejumlah kalangan didaerah ini. Seperti hari ini, Senin (21/12) ramai penerima bantuan usaha mikro kecil dan menengah di kantor bank BRI Cabang Selayar. Ratusan penerima terpantau sejak pagi datang ke pelataran bank melakukan antri. 

    Ramainya lagi masyarakat membicarakan perihal bantuan sosial ditegah pandemi, membuat sejumlah cerita dan opini juga muncul dalam pembahasan tersebut. Termasuk sejumlah keluhan mengenai pendataan dan keluhan penerima yang belum menerima karena namanya sudah tidak lagi tercatat sebagai penerima bantuan, padahal sebelumnya pernah menerima bantuan. 

    Khususnya bantuan usaha kecil terdampak covid-19 yang menurut sebagian kalangan perlu mendapat perhatian serius dari pihak terkait dalam penyaluran dan pendataannya. 

    Bantuan tersebut akan diberikan kepada pelaku usaha mikro kecil yang terdaftar dan terpenuhi syarat sebagai penerima BLT Banpres UMKM.

    Para pelaku usaha mikro kecil yang telah diusulkan sebagai penerima BLT Banpres UMKM bisa mengecek setatus pendaftarannya di link eform.bri.co.id./. Alamat atau link tersebut akan memberikan informasi mengenai nama penerima BLT Banpres UMKM.

    Pemerintah melalui Kementrian Koperasi menjalankan program bantuan sosial berupa BLT Banpres UMKM, demi membantu pelaku usaha mikro kecil dan menengah yang terkena dampak pandemi Covid 19.

    Dalam perbincangan mengenai penyaluran bantuan sosial yang wajib diperhatikan adalah data penerima dimana disebut kalau ada sejumlah nama penerima yang tidak sesuai yang dipersyaratkan. Termasuk adanya kejanggalan data penerima saat ini yang pada tahap sebelumnya didata sebagai penerima dan menerima bantuan namun kemudian saat ini pada tahap lanjutan tidak lagi menerima. 

    Memang ada jalur atau link khusus untuk menyampaikan laporan namun pemerhati menyayangkan bila kemudian harus dilaporkan.

    Pewarta berupaya melakukan konfirmasi mengenai hal ini namun pihak terkait dalam penyaluran dan pendataannya tidak dapat dihubungi. 

    Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar diminta lebih terbuka lagi dalam pengelolaan dan penyaluran berbagai macam bantuan sosial ditengah pandemi. Sehingga dapat meminimalisr pembentukan opini negatif ditengah-tengah masyarakat Kepulauan Selayar. (Tim). 
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Berita Terbaru