MediaSelayar.Com | Medianya Orang Selayar Hasil Rapid Reaktif, Warga Jeneponto Terpaksa Jalani Karantina Di Selayar
  • Jelajahi

    Copyright © MediaSelayar.Com | Medianya Orang Selayar
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Hasil Rapid Reaktif, Warga Jeneponto Terpaksa Jalani Karantina Di Selayar

    Media Selayar
    Selasa, 30 Juni 2020, 15:29 WIB Last Updated 2020-06-30T07:29:59Z
    Hasil Rapid Reaktif, Seorang Warga Jeneponto Terpaksa Jalani Karantina Di Selayar

    MEDIA SELAYAR.
    Sebanyak 3 orang warga asal Kabupaten Jeneponto, dijemput oleh Tim Gugus Covid-19 Selayar di Kecamatan Pasilambena, menyusul setelah salah seorang diantaranya reaktif dari hasil pemeriksaan rapid test oleh petugas medis puskesmas Pasilambena beberapa waktu lalu.

    Tiba di Benteng ibu kota Kabupaten Kepulauan Selayar untuk menjalani karantina pada salah satu hotel yang ada di daerah ini, Selasa (30/06).

    Tiga warga Jeneponto ini masing-masing adalah Bahrun Dg. Ngawing (46), Muh. Nasir (42) dan H. Bahtiar (43). Ketiganya diketahui berprofesi sebagai pedagang emas keliling.

    Juru bicara Tim GTPP Covid-19 Kabupaten Kepulauan Selayar dr. Husaini, M. Kes., mengatakan, Bahrun Dg. Ngawing bersama rekannya, menyeberang dari Pelabuhan Bira 22 Juni 2020 lalu dengan kapal fery KMP Balibo dengan tujuan Buranga Kecamatan Pasilambena. Selanjutnya Tanggal 24 Juni 2020 sekitar pukul 15.00 wita tiba di Pelabuhan Kawau, kemudian Bahrun Dg. Ngawing discreening pengukuran suhu tubuh oleh tim medis puskesmas dengan hasil 36,5 .

    “Kemudian 26 juni 2020 pukul 09.30 Bahrun Dg. Ngawing di rapid test di PKM pasilambena dengan hasil RDT sars-covi -2 IGM reaktif. RDT sars Cov-2 IGg non reaktif. Selanjutnya bekerjasama dengan Pemerintah Kecamatan Pasilambena, kepolisian dan Kades Garaupa, Bahrun di isolasi di rumah jabatan Kades Garaupa,” jawab dr. Husaini. 

    Sedangkan hasil pemeriksaan Muh. Nasir, Hasil RDT SARS-COV-2 IgM = Non Reaktif dan IgG = Non Reaktif. Menyusul H. Bahtiar, hasil pemeriksaan Lab. RDT SARS – COV-2 IgM = Non reaktif, dan RDT SARS – COV-2 IgG juga Non Reaktif.

    Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Selayar Ermansyah, SKM sebagai koordinator lapangan pelaksanaan rapid test mengatakan, meski hanya satu orang dinyatakan reaktif, namun dua rekan lainnya juga harus dikarantina, karena ketiganya sudah melakukan kontak secara terus-menerus.

    “Ketiganya selalu bersama-sama dan harus kita karantina sambil menunggu pemeriksaan selanjutnya,” ujar Ermansyah.

    Rencananya besok akan dilakukan pemeriksaan lanjutan berupa Swab yang sampelnya akan dikirim ke Makassar.

    Ermansyah menjelaskan, bahwa ketiga warga Kabupaten Jeneponto ini sebelum menyeberang ke Kabupaten Kepulauan Selayar, sudah membawa rapid test dari tempat asal ia berangkat, dengan hasil non reaktif. Namun setelah 10 hari pasca dikeluarkannya hasil rapid test itu, kembali dilakukan pemeriksaan ulang di Puskesmas Pasilambena dan salah seorang diantaranya reaktif.

    “Tim kami telah melakukan penjemputan sejak tanggal 28 Juni lalu langsung ke Pasilambena dengan menggunakan satu armada ambulans, alhamdulillah hari ini sudah tiba kembali di Benteng. Jadi tiga orang warga Jeneponto ini sudah dikarantina di hotel,” jelas Ermansyah. (KT2)

    Editor:Ancha
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Berita Terbaru