UPKK Desa Patikarya Bantah Ada Pemotongan Dana Bantuan Pembiayaan Kandang Ayam

Iklan Semua Halaman


Header Menu

UPKK Desa Patikarya Bantah Ada Pemotongan Dana Bantuan Pembiayaan Kandang Ayam

Media Selayar
Kamis, 10 Oktober 2019
UPKK Desa Patikarya Bantah Ada Pemotongan 25Ribu, Bantuan Pembiayaan Kandang Ayam
MEDIA SELAYAR. Program Bekerja Kemiskinan Rakyat Sejahtera yang digelontorkan ke Kabupaten Kepulauan Selayar oleh Veteriner Maros mendapat sorotan di media sosial, khususnya di Desa Patikarya, Kecamatan Bontosikuyu namun kemudian sorotan tersebut dijawab oleh pengelola Desa Patikarya, Kecamatan Bontosikuyu.

Hal ini terungkap saat, Muh. Tahir Ketua UPKK Desa Patikarya dalam program ini menghadap ke Kepala Bidang Peternakan Selayar, pada Kamis, (10/10), di Kantor Pertanian Dan Peternakan Selayar. 

Penyorot menulis sebuah status di akun facebooknya, yang berbunyi : 

UPKK Desa Patikarya Bantah Ada Pemotongan, Dana Bantuan Pembiayaan Kandang Ayam

Postingan diatas mendapat tanggapan cukup banyak dari netizen Selayar, membuat Kepala Bidang Peternakan, Ati Daeng S.PT memanggil penanggungjawab di Desa Patikarya. 

Dari hasil klarifikasi UPKK Desa Patikarya, Muh. Tahir menyebut bahwa uang sebanyak 25 ribu tersebut dimanfaatkan untuk pembuatan kandang ayam bagi kelompok dan saat ini sudah rampung 80%. Setidaknya uang yang 25ribu yang disebut dalam status tersebut sebagai pemotongan, jelas tidak benar sama sekali.

Karena uang itu bukan pemotongan, tapi kesepakatan dari para penerima untuk pembuatan kandang kelompok untuk 5 warga, yang tidak dapat karena namanya tidak ada dalam daftar penerima. Dan kelimanya adalah warga Patikarya yang telah dijanji dimasukkan selanjutnya. 

Program ini digelontorkan ke masyarakat dalam bentuk uang, oleh UPKK sebesar 475.000,- rupiah perorang. Sebenarnya sebesar 500ribu namun setelah dibagikan dan ada yang telah didaftar namun belum dapat, maka kesepakatan para penerima, untuk masing-masing memasukkan 25ribu dari bagian mereka, agar kelima penerima atau 1 kelompok yang batal tersebut tetap dapat, jelas Tahir.

Jadi sekali lagi, sama sekali salah yang dituduhkan kesaya, bahwa ada pemotongan, karena sebenarnya bukan pemotongan namun kesepakatan para penerima untuk berbagi kepada kelima warga yang belum dapat tersebut, tegas Muh. Tahir. 

Apa yang ditudingkakn di medsos ini membuatnya merasa dituding sebagai koruptor namun setelah ditanya, apakah ada upaya hukum untuk tudingan tersebut, Muh. Tahir menjawab, saya hanya mau meluruskan, jangan sampai menyebar menjadi hoax. Saya akan pertimbangkan dulu, jawab Muh. Tahir. 

" Saya berniat baik agar semuanya bisa dapat, dan semua yang dilakukannya sebagai upaya pemerataan, karena ayamnya juga belum datang dan kandangnya sementara kita rampungkan untuk setiap kelompok binaan, eh malah saya dituduh memotong 25ribu kata Muh Tahir. 

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan, Ati Daeng S.PT kepada Pewarta menjawab bahwa program ini adalah program dari Kementerian dan dilaksanakan oleh Balai Besar Veteriner Maros. Dimana Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar bertindak sebagai pendamping tehnis. 

Selanjutnya Ati Daeng menjelaskan bahwa semua transaksi untuk dana bantuan pembuatan kandang ini tidak melalui Dinas Pertanian dan Peternakan tapi langsung ke rekening UPKK. Dan pihaknya tidak mengelola uang, ujarnya meluruskan. 

Dan apa yang sementara diperdebatkan di medsos itu harus diluruskan agar tidak berubah menjadi fitnah. Dalam aturan tidak boleh ada pemotongan dan tadi telah diklarifikasi ke UPKK Desa Patikarya. Begitupun proses verifikasinya, secara tehnis dilakukan oleh Balai Besar Veteriner, jadi tidak ada hak kami untuk mencoret atau membatalkan data penerima, jelasnya lagi. 

Kendati demikian, Ati Daeng S.PT menyebut kalau bantuan ayam ini belum turun, hingga proses pembuatan kandang selesai. Dan secara tehnis tentu saja datanya ada di Balai Besar Veteriner. (Lo2)