Pak Lurah : Janji Rekanan " Jembatan Appabatu Bisa Dilewati 5 Hari Lagi "

MEDIA SELAYAR. Pasca runtuhnya jembatan darurat proyek APBN TA 2016 Appabatu CS di Kabupaten Kepulauan Selayar pada awal bulan Oktober lalu, telah membawa dampak buruk terhadap akses transportasi dan mobilitas warga di Kabupaten Kepulauan Selayar. Aktivitas semua sektor kehidupan warga didaerah ini terganggu. Pasalnya jalur tersebut merupakan jalur utama perekonomian warga.
Kondisi ini paling dirasakan oleh warga Kelurahan Benteng Utara, Kecamatan Benteng karena diwilayah inilah kejadian jembatan runtuh tersebut terjadi. Belum lagi di Kelurahan Benteng Utara adalah pusat pasarnya warga Selayar, terminal angkutan darat dan beberapa perkantoran, Demikian dijelaskan oleh Masdar J.Pratama, Lurah Benteng Utara.(31/10).
"Pedagang, Pegawai Negeri dan Swasta serta Nelayan dan Petani di wilayah Kelurahan Benteng Utara ini telah banyak yang bertanya, kapan jembatan ini selesai, makanya saya juga menanyakan hal tersebut kepada pihak rekanan pelaksana", tegas Masdar.
Terkait pertanyaan Kepala Kelurahan Benteng Utara, pelaksana proyek yang bernama Zaenal memberi jawaban bahwa dalam 5 hari ke depan jembatan yang dibangun akan bisa dilalui kendaraan dan orang kecuali kendaraan besar dan berat ungkap Masdar, Lurah Benteng Utara.
“Kami kira, semua bisa menyadari dan memahami tentang penyebab runtuhnya jembatan darurat tersebut, ” kata Masdar, namun karena keberadaan jembatan ini sangat vital dan sangat dinantikan masyarakat Benteng, khususnya Benteng Utara, maka harapan kami, agar proyek ini bisa secepatnya diselesaikan” Bukan apanya, keluhan warga terus menerus kami terima, diantaranya adalah, harga barang dan kebutuhan pokok naik terus sejak transportasi tidak lancar, ungkap Masdar yang setiap saat memantau jalur alternatif di wilayahnya. .
Dari hasil pengumpulan informasi warga, pada kesimpulannya berisi mendesak kepada rekanan proyek pembangunan Jembatan Appabatu CS untuk segera bertanggungjawab memperhatikan dan mempercepat selesainya jembatan S.Appabatu yang saat ini dinilai telah menimbulkan banyak kesusahan bagi warga Kabupaten Kepulauan Selayar.(lo2)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
Trending Now
-
JAKARTA ■ MEDIA SELAYAR — Ketua Umum Lembaga Investigasi Negara (LIN) Gus Robi Irawan Wiratmoko mendesak Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) seg...
-
MEDIA SELAYAR - Tim Resmob Polres Kepulauan Selayar berhasil mengungkap dan menangkap seorang perempuan berinisial JA (45), warga Kota Par...
-
(net) MEDIA SELAYAR - Nama Selayar berasal dari kata cedaya ( Bahasa Sanskerta ) yang artinya satu layar, dikaitkan dengan sejarah yang kon...
-
JAKARTA, Industri perjalanan Umrah Indonesia mulai melihat desa sebagai ruang baru untuk membangun pasar, bukan sekadar sebagai sumber calo...
-
JAKARTA ■ MEDIA SELAYAR — Jaringan Media Indonesia Raya (JAMIRA) dan Lembaga Investigasi Negara (LIN) menandatangani nota kesepahaman (MoU) ...

