.

TOP THIS BLOG

Media Selayar. Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

Bila Kewenangan Dibatasi Maka Efektivitas Pengawasan Dipertanyakan "

Penulis Media Selayar TV on Rabu, 26 Juli 2017 20.09.00

Bila Kewenangan Dibatasi, Maka Efektivitas Pengawasan Dipertanyakan "

MEDIA SELAYAR
. Dari judul Kewenangan Ditarik ke Provinsi, Efektivitas Pengawasan di Laut Diragukan, begitu menarik untuk dibaca kembali bahwa kewenangan pemerintah Kabupaten sangat perlu untuk segera dikembalikan, agar pengaturan kewenangan tidak tumpang tindih, dimana sebagian pengamat menilai bahwa hal ini mempersulit masyarakat nelayan khususnya masyarakat nelayan di Kabupaten Kepulauan Selayar. 

Berikut kutipan artikel dan foto dari Mongabay Indonesia yang direlease kembali pada edisi hari ini Rabu 26 Juli 2017 oleh Media Selayar.

Undang-undang No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah yang antara lain mengatur perluasan kewenangan provinsi di sektor kelautan mulai berlaku efektif pada tahun 2017 ini. Jika semula kewenangan provinsi dari 4-12 mil kini diperluas menjadi 0-12 mil. Salah satu implikasi dari kebijakan ini adalah semakin sulitnya pengawasan di laut.

Pada aturan lama memang terdapat pembagian kewenangan pengelolaan dan pengawasan laut, di mana untuk jarak 0 – 4 mil kewenangannya ada di kabupaten/kota, sementara untuk 4-12 km dikelola oleh provinsi, dan 12 mil ke atas kewenangannya ada di pemerintah pusat.

Kebijakan ini juga secara otomatis menghapus kewenangan kabupaten/kota. Sebagian besar daerah sudah merubah nomenklatur. Dinas Kelautan dihilangkan, sehingga yang tersisa adalah Dinas Perikanan.

Kebijakan ini dianggap memiliki banyak kelemahan, apalagi tidak ditopang dengan anggaran yang memadai. Meski demikian, menurut Sulkaf, kebijakan ini akan tetap dijalankan karena merupakan amanah UU. Salah satu tantangannya pada jumlah personel untuk pengawasan masih sangat terbatas dengan area kerja yang cukup luas.

“Kebijakannya seperti itu, meski kami hanya punya 25 orang tenaga pengawasan yang akan mengawasi laut yang sedemikan luas. Anggarannya pun terbatas dan malah semakin berkurang. Tapi namanya amanah UU maka itu harus kami jalankan,”

Perubahan kebijakan yang tidak dibarengi dengan konsekuensi anggaran ini dinilai Sulkaf sebagai sesuatu yang seharusnya dikaji lebih jauh efektifitasnya. Ia membandingkan dengan lahirnya UU Desa yang kemudian dibarengi kucuran dana untuk desa hingga Rp1 miliar di desa.

“Kalau saya pribadi sebagai orang perikanan melihat aturan lama dengan adanya pembagian wewenang antara pusat, provinsi dan kabupaten/kota itu sudah tepat. Memang ada pembagian kewenangan namun tetap bisa bersinergi. Di pantai dengan jarak 0-4 mil kalau pihak kabupaten/kota yang awasi kan semakin dekat, lebih cepat karena lebih tahu kondisi,” ungkap Sulkaf S Latief, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Selatan, di Makassar,beberapa waktu lalu.

Menurut Sulkaf, meluasnya lingkup kerja provinsi membuat DKP Sulsel mensiasati dengan membentuk sejumlah Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) pengawasan di tiga daerah. Ketiga UPTD tersebut antara lain berada di Kabupaten Barru untuk pengawasan di Selat Makassar, di Kabupaten Bulukumba untuk pengawasan sekitar perairan Selat Flores dan di Kabupaten Bone untuk wilayah sekitar Bone dan Wajo.

Strategi lain dalam mengefektifkan pengawasan adalah dengan mengaktifkan kembali Kelompok Pengawasan Masyarakat (Pokwasmas) di daerah-daerah, meskipun tantangannya pada jauhnya jarak mereka dari provinsi.

“Kalau mereka mau melapor memang jauh sekali, tapi kan yang berkuasa di laut itu kan bukan cuma Dinas Kelautan saja, ada juga Polair dan kepolisian. Semuanya bisa. Tinggal kemudian bagaimana mekanisme pelaporan dan kordinasi ini diefektifkan.”

Dalam rangka kordinasi dan kerjasama dengan pemerintah kabupaten/kota, Pemprov Sulsel saat ini tengah menggodok PERGUB. Inisiatif Pergub ini sendiri berasal dari permintaan daerah agar memiliki pijakan hukum dalam kerjasama sehingga tahun 2018 nanti pengawasan di laut bisa dianggarkan di dalam APBD Kabupaten / Kota.

“Ini supaya kami bisa bekerjasama dengan kabupaten/kota agar mereka bisa mengambil peran. Karena kalau kabupaten/kota sekarang tidak bisa menganggarkan pengawasan di laut di APBD. Tetapi sebenarnya kalau dikatakan pengawasan nelayan bisa saja. Yang di pinggir-pinggir kan kampung-kampung nelayan bisa dilakukan pembinaan. Pemerintah setempat yang paling tahu tentang aktivitas dan kondisi mereka.”

Menurut Sulkaf, pengawasan di perairan Sulsel memang patut mendapat perhatian karena masih tingginya aktivitas destructive fishing seperti bom dan bius ikan, antara lain di perairan Bone, Pangkep, Bulukumba dan Luwu dan Luwu Utara.

“Kalau di Luwu Utara agak lebih aman karena ada Lantamal (Pangkalan Utama TNI AL) di sana. Namun itu juga hanya dijaga dua orang saja dengan laut yang sedemikian luas.”

Sulkaf berharap fungsi pengawasan ini nantinya tetap bisa dianggarkan bersama dengan pihak-pihak yang terkait, sehingga berbagai pihak bisa saling bersinergi dan berbagi tugas.

“Ini sudah lama kita lakukan dengan Polair dan polisi kalau ada patroli gabungan. Kadang kami pakai fasilitas Polair namun penggajian staf kami yang terlibat tetap di kami. Selama ini kordinasi dengan Polair baik, kalau mereka tangkap kita diberitahu, kita juga seperti itu. Cuma kita memang banyak beri pembinaan kalau masih terkait illegal fishing. Tapi kalau bom dan bius tidak ada ampun langsung tangkap.”

Secara umum Sulkaf menilai banyak kebijakan nasional yang justru merugikan nelayan. Misalnya pembatasan ruang dan alat tangkap yang digunakan oleh nelayan. Ini dianggap membuat laju ekonomi di sektor kelautan dan perikanan menjadi lesu. Banyak pelaku industri perikanan yang terpaksa gulung tikar.

“Coba kita lihat sekarang industri perikanan hancur-hancuran. Hanya dengan pancing, berapa sih yang bisa dihasilkan. Pembatasan memang perlu tapi kan itu ada ilmunya bagaimana ikan-ikan tetap diambil namun dijaga keberkelanjutannya.”

Kebijakan lain yang dianggap merugikan nelayan adalah pembatasan penangkapan kepiting melalui PermenKP No.1/PermenKP/2015 tentang batasan ukuran tangkap lobster, kepiting dan rajungan. Meski ia sepakat dengan adanya pengaturan, namun tidak mesti melalui penutupan ruang atau larangan.

“Memang perlu diatur tapi kalau main tutup, main larang, itu harus dipikirkan lagi. Kepiting kecil dilarang padahal sebenarnya meski ukuran kecil tapi sebenarnya sudah dewasa. Bukti menunjukkan bahwa meski dilarang namun tetap ada penangkapan kepiting dan diselundupkan ke Malaysia.”

Program nasional yang dianggap cukup sukses adalah program JARING (program pendanaan bagi nelayan kecil kerjasama KKP dengan OJK). DKP Sulsel juga banyak melakukan pembinaan-pembinaan dan memberi rekomendasi kelompok yang dianggap bagus.

Jaring sebagai program sangat bagus untuk membantu nelayan. Bank Sulsel bahkan bikin sistem kemitraan ada namanya Pundi dengan bunga cuma 8 persen, dimana nelayan bisa utang Rp20 juta. Ini sudah diperiksa OJK dan dinyatakan layak. Kita akan terus dorong hal ini di sejumlah daerah. (*)

Ketua TP.PKK Kep. Selayar Buka Pelatihan Kader PKBN

Ketua TP.PKK Kep. Selayar, Buka Pelatihan Kader PKBN

MEDIA SELAYAR. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kepulauan Selayar, Andi Dwiyanti Musrifah Basli, hari ini Rabu 26 Juli 2017, membuka secara resmi pelatihan kader Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN), Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT), Pola Asuh, dan Simulasi bertempat di Pantai Wisata Sunari.

Pelatihan tersebut dihadiri oleh Dandim 1415  Letkol Arm. Yuwono, S.Sos. M.M, Ketua Persit Kepulauan Selayar, Para Ketua TP. PKK Kecamatan, serta para ibu kader PKK.

Ketua TP. PKK Kabupaten Kepulauan Selayar, Andi Dwiyanti Musrifah Basli dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan ini begitu penting, mengingat hingga saat ini Selayar masih kurang kader PKBN, PDKRT, dan Pola Asuh Anak dan Remaja di Kepulauan Selayar. Ia berharap semua kader dapat mengikuti sampai akhir dan bermanfaat untuk diterapkan.

Sementara panitia pelaksana berharap kegiatan ini mampu menghasilkan apa yang ditargetkan seperti terlaksananya penghayatan dan pengamalan nilai-nilai Pancasila dilapisan masyarakat sebagai warga negara yang baik dan peraturan pemerintah dan undang-undang dilapisan masyarakat.

Dalam pelatihan ini, Dandim 1415, Letkol Arm. Yuwono, S.Sos. M.M membawa materi Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN).

Diagendakan, pemateri yang lain akan mengisi pelatihan ini adalah Kapolres Kepulauan Selayar dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kepulauan Selayar. (KT2)

Sumber     :  Humas Pemkab Kep. Selayar. 
Editor        : Media Selayar


BACA JUGA Sekda Luncurkan Program Kompetisi Bisnis " ECO-BIZ C Challenge 2017 "

Sekda Luncurkan Program Kompetisi Bisnis " ECO-BIZ C Challenge 2017 "

Sekda Luncurkan Program, Kompetisi Bisnis, " ECO-BIZ C Challenge 2017 "

MEDIA SELAYAR. Melalui Dinas Kelautan Dan Perikanan Kabupaten Kepulauan Selayar bekerjasama CCRES melaksanakan program Kompetisi Bisnis (ECO-BIZ C Challenge) 2017. Kegiatan ini dibuka resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar, Dr. Ir. H. Marjani Sultan, M.Si.

CCRES adalah program kerjasama antara Pusat Penelitian Ekonomi LIPI dan University Of Queensland Australia. Masuk ke Kabupaten Kepulauan Selayar melalui Dinas Perikanan Dan Kelautan Kabupaten Kepulauan Selayar.

Peluncuran perdana program Kompetisi Bisnis 2017 dihadiri langsung oleh Prof. Damien Hine dan Dr. Annya Phelan dari University Of Queensland, serta Direktur Pusat Penelitian Lembaga Ekonomi LIPI. Selain itu, kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan desa se-Kabupaten kepulauan Selayar.

Sekda Kabupaten Kepulauan Selayar, Dr. Ir. H. Marjani Sultan M. Si, dalam sambutan pembukaannya, menjelaskan bahwa kegiatan Kompetisi Bisnis, ECO-BIZ C Challenge 2017 ini bisa memberi manfaat kepada masyarakat Kabupaten Kepulauan Selayar.

H. Marjani menyatakan bahwa kegiatan ini adalah kesempatan dan sangat perlu disebarluaskan ke masyarakat wirausaha di Selayar. Dan pada intinya Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar sangat mendukung program ini, setidaknya dengan semangat kewirausahaan kita tidak mengesampingkan terhadap lingkungan.

Menutup sambutannya, H. Marjani menyampaikan bahwa potensi daerah kita, khususnya di bidang perikanan kelautan harus dikelola secara baik dan maksimal untuk kesejahteraan masyarakat Selayar. Dan melalui Kompetisi Bisnis ini memberikan harapan besar bagi penguatan kewirausahaan yang berbasis lingkungan, masyarakat pesisir dan kelautan. Selanjutnya, H. Marjani membuka dan meluncurkan secara resmi program Kompetisi Bisnis ECO-BIZ C Challenge 2017. (Suk/Lo2)


BACA JUGA Dinas PMD Selayar Gelar Bimtek Peningkatan SDM Bumdes

Dinas PMD Selayar Gelar Bimtek Peningkatan SDM Bumdes



MEDIA SELAYAR. Pemkab Kep. Selayar Genjot Peningkatan SDM Bumdes. Kegiatan Bimbingan Teknis peningkatan Kapasitas SDM dan tata kelola Bumdes digelar Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan bertempat di Baruga Bonerate selama dua hari mulai dari Hari Senin 24 Juli 2017.

Bimbingan Teknis peningkatan kapasitas SDM dan Tata Kelola Bumdes merupakan salah satu bentuk upaya pemerintah dalam rangka untuk mengembangkan bumdes di masing-masing wilayah desa sebagai pilar penopang bangkitnya konstruksi perekonomian desa yang difasilitasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kepulauan Selayar.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kepulauan Selayar, Andi Aswar, SH.MH menjelaskan bahwa pelaksanaan bimtek ini diharapkan dapat menjadi media pembelajaran bagi seluruh pelaksana bumdes, dengan menjadikan PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan PT. Bank Pesisir Rakyat Tanadoang (BPRT) sebagai cerminan dalam menopang kebangkitan badan usaha milik desa di wilayahnya masing-masing.

Dalam kerangka itu pula, para kepala desa diharapkan dapat bersinergi dan menjalin hubungan komunikasi yang intens dengan pelaksana bumdes di desanya jelas Andi Azwar, yang juga menjadi  salah pemateri dalam Bimtek.

Selain Andib Aswar SH. MH, pemateri lainnya adalah Sekretaris Dinas PMD Kepulauan Selayar, Sitti Rahmania, ST yang didampingi oleh Kepala Bidang Bina Pengembangan Ekonomi Desa, Krisnayanti, ST.

Dari unsur perbangkan diantaranya, Pimpinan Cabang PT. Bank Rakyat Indonesia (Pinca PT. BRI Kepulauan Selayar), dan Dirut PT. BPRT, Asrijal Akib, SE. M.M yang mengetengahkan materi berjudul tata kelola bumdes.

Esensi materi bermuatan eksistensi, filosofi, kelembagaan dan administrasi bumdes ‘ditangkap’ positif oleh para peserta. Hal tersebut terlihat dari antusiasme peserta dalam beberapa kesempatan season tanya jawab yang dihandle oleh Said Arfandi selaku moderator.

Dalam sesi tanya jawab, beberapa peserta tampil mempertanyakan tekhnis dan tata cara penyusunan administrasi bumdes seperti penyusunan buku kas umum dan neraca. (Fasya/SA) 


Status 22 Orang Penyuluh Dan Petugas Lapangan KB Selayar Dialihkan

Penulis Media Selayar TV on Selasa, 25 Juli 2017 17.56.00

Status 22 Orang Penyuluh KB Dan Petugas Lapangan, KB, Selayar, Dialihkan

MEDIA SELAYAR
. Bupati Kabupaten Kepulauan Selayar, Muh. Basli Ali, hari ini Selasa 25 Juli 2017, melakukan penandatanganan berita acara serah terima , 22 orang Pegawai Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) yang beralih status menjadi pegawai BKKBN Pusat. Penandatanganan tersebut dilakukan di Hotel Grand Clarion Makassar.

Penandatanganan berita acara ini disaksikan oleh Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar Ir. Arifin Dg. Marola dan Plt. Kajari Kabupaten Kepulauan Selayar.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kepulauan Selayar, Andi Abdurrahman, SE., M.Si. menjelaskan bahwa ke 22 orang pegawai PKB/PLKB dari Selayar yang beralih status menjadi pegawai BKKBN pusat tersebut adalah bagian dari 1.414 pegawai se- Sulsel yang beralih status menjadi pegawai BKKBN Pusat.

Lebih lanjut Andi Abdurrahman, mengatakan bahwa meski status kepegawaian PKB/PLKB beralih ke pusat namun wilayah koordinasi dan pembinaan serta pengawasannya masih tetap di kabupaten/kota. 

Ia berharap dengan peralihan status tersebut dapat semakin meningkatkan kinerjanya untuk melakukan advokasi penyuluhan di masyarakat serta mengajak masyarakat untuk ber KB khususnya pasangan usia subur. (KT2/Lo2)


PiS.CoM Gagas Kegiatan Pekan Pemuda 2017

PiS.CoM, Gagas Kegiatan Pekan Pemuda, 2017

MEDIA SELAYAR. Komunitas Peduli Selayar yang dikenal dengan PIS.COM membangun komunikasi dengan beberapa Komunitas guna mendukung program pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar dalam memajukan Pariwisata di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Ketua PIS.Com Supardi Idris siang ini melakukan pertemuan dengan Celebes Vixion Club (CVC) Cabang Selayar. Pertemuan ini dilakukan sebagai tindak lanjut untuk mempersiapkan rencana kerjasama kedua Komunitas untuk melaksanakan Kegiatan Pekan Pemuda Tanadoang yang rencana dilaksanakan untuk memperingati hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2017 mendatang di Kab. Kepulauan Selayar.

Supardi mengungkapkan bahwa kerjasama lintas komunitas ini penting, karena pada dasarnya kemajuan suatu daerah harus didukung dan dimotori oleh komunitas -komunitas yang secara sadar mau berbuat secara ikhlas untuk mendukung pembangunan daerah.

Pekan Pemuda sendiri rencana digelar pada pertengahan Oktober, adapun rencana kegiatan antara lain :

1. Apel Akbar Pemuda

2. Peraihan Gelar Muri " Pembersihan Pantai terpanhang".

3. Penandatanganan Fakta Integritas OPD, Kades dan Pemuda

4. Kemah Bakti Pemuda

5. Louncing Program Dua Bambu Cukup

6. Perumusan konsep Pariwisata Daerah

7. Pemilihan Pemuda Berprestasi (Bupati Award )

8. Penciptaan Gelar Dunia Pemakaian Kostum Real Madrid dan perumusan Kota Kembar Benteng - Madrid.

Selain kepada CVC, Ketua PIS.Com mengaku sudah berkoordinasi dengan komunitas lainnya untuk mendukung suksesnya rencana kegiatan tersebut. (Ajen)


BACA JUGA PKM Buki Gelar Pertemuan Lintas Sektoral Triwulan II Tahun 2017


PKM Buki Gelar Pertemuan Lintas Sektoral Triwulan II Tahun 2017

PKM, Buki, Gelar Pertemuan Lintas Sektoral,Triwulan II Tahun 2017


MEDIA SELAYAR. Dalam menjemput Akreditasi Puskesmas di Kabupaten Kepulauan Selayar, PKM Buki Pelopori Pertemuan Lintas Sektor. Pertemuan lintas sektor Triwulan II tahun 2017 UPT Puskesmas Buki, Kabupaten Kepulauan Selayar, berlangsung di ruang aula Puskesmas Buki pada hari Senin 24 Juli 2017.

Hadir sekaligus membuka rapat, Camat Buki, Ince Abd. Rachman, Kepala Dinas Kesehatan yang diwakili oleh Kepala Bidang kesmas, Surianti, S.Si, Apt, Kepala Sub Bagian Hukum dan Perencanaan, Nurwahidah, S.Kom, Kepala seksi Farmasi, Nurcaya, SKM, serta Kepala seksi Rujukan, Anwar, SE.

Selain itu, pertemuan ini turut dihadiri oleh tujuh orang kepala desa bersama segenap jajaran RK/RT/, kepala dusun serta unsur pimpinan dan anggota BPD se Kecamatan Buki.

Pertemuan Triwulan II ini dilaksanakan untuk memaksimalkan peran lintas sektor akreditasi puskesmas. Pernyataan tersebut dilontarkan Kepala Puskesmas Buki, Burhanuddin, SKM.

Akreditasi berkala mutlak dilakukan setiap tiga tahun sekali dalam rangka untuk mendorong tercapainya target peningkatan mutu pelayanan puskesmas. Akreditasi puskesmas memiliki arti yang sangat penting. 

Dalam berbagai forum-forun pertemuan yang melibatkan tenaga puskesmas dan kesehatan di seluruh wilayah penjuru tanah air, terang Kepala Seksi Yanfar (pelayanan farmasi) Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Selayar.

Pelaksanaan persiapan akreditasi puskesmas akan melibatkan sejumlah komponen terkait yang nantinya akan masuk ke dalam ranah persiapan akreditasi puskesmas.

Tim lintas sektor akan menjadi pendukung yang sekaligus akan bertindak selaku tim penguji. tim bentukan yang terdiri dari unsur camat, kepolisian, TNI-AD, lurah/kepala desa, RT/RW, kepala lingkungan, pengurus PKK, organisasi kepemudaan, pemerintah, rumah sakit daerah, swasta, institusi pendidikan, tokoh agama, lembaga pemuka adat, tokoh masyarakat, dan pengurus pokja desa sehat. 

Yang nantinya akan bertugas melakukan penilaian terhadap kemajuan pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat puskesmas untuk menentukan tepat atau tidaknya sasaran pelayanan kesehatan dengan mempedomani prinsip kemajuan berbasis inovasi. (fasya)


DPC HPI Kep. Selayar Ikut Pembekalan SDM Bidang Kepariwisataan

DPC HPI Kep. Selayar, Ikut Pembekalan SDM Bidang Kepariwisataan

MEDIA SELAYAR
. Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Cabang Kep Selayar, hari ini Selasa 25 Juli 2017, menghadiri pembekalan SDM Bidang Kepariwisataan yang dilaksanakan oleh Kementerian Pariwisata RI. Pembekalan SDM tersebut mengusung tema " Peningkatan SDM yang kompeten dan berdaya saing Guna Sebagai Penunjang Pengembangan Pariwisata Daerah". 

Kehadiran DPC HPI Kep Selayar pada ajang pembekalan tersebut difasilitasi oleh Dinas Pariwisata Propinsi Sulawesi Selatan.  DPC HPI Kep Selayar, Patta Saleh (acca) mengatakan bahwa Selayar siap untuk bersaing dalam dunia pariwisata dengan daerah-daerah lain di Sulawesi Selatan bahkan di Indonesia. 

Dimana Pariwisata Selayar saat ini terus berbenah untuk memajukan dunia pariwisata khususnya underwater dan segala penunjang pariwisata lainnya, ujar Acca.

Acara tersebut dilaksanakan selama 1 hari di hotel Grand Asia Makassar dan dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi dan dihadiri oleh masing-masing DPC HPI se Sul-Sel serta lembaga pariwsiata lainnya. (IB.Mks/Rik)


Komitmen Tingkatkan Kesehatan, Bupati Kep. Selayar Teken MoU WKDS

Komitmen Tingkatkan Kesehatan, Bupati Kep. Selayar, Teken MoU WKDS


MEDIA SELAYAR. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar menjadi bagian dari salah satu daerah di Indonesia yang menyatakan komitmen kuat dalam pembangunan dibidang kesehatan. Baik berupa program kesehatan gratis terhadap masyarakat, maupun penenmpatan tenaga kesehatan. Hal ini tertuang dalam program prioritas Bupati Kepulauan Selayar.

Bupati Kepulauan Selayar pada awal pekan ini, Senin 24 Juli 2017, kembali menandatangani MoU, dengan Kementerian Kesehatan RI terkait Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS). Dalam MoU tersebut, Bupati Kep. Selayar, Muh. Basli Ali bertanda bersama dengan Sekjen Kementerian RI, dr. Untung Suseno S, M.Kes.

Dari penandatangan MoU ini, Bupati berharap agar pelaksanaan Wajib Kerja Dokter Spesialis, dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan terhadap masyarakat, Penandatangan MoU berlangsung di Red Top Hotel & Convention Centre Jakarta, dihadiri sejumlah Gubernur, Walikota Dan Bupati Se- Indonesia.

Perencanaan kebutuhan dan distribusi dokter spesialis dilakukan dengan berjenjang mulai dari rumah sakit pemerintah daerah kabupaten/kota, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat berdasarkan ketersediaan dan kebutuhan dokter spesialis. Hal tersebut dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat, ketersediaan rumah sakit, kemampuan pembiayaan, kondisi geografis dan sosial budaya," jelas Basli.

Bupati lebih lanjut menjelaskan bahwa dokter yang mendapat biaya dari pemerintah setempat diwajibkan untuk mengabdi di daerahnya masing-masing kecuali dr spesialis tersebut sudah terisi maka akan dikembalikan ke pemerintah provinsi untuk penempatan selanjutnya ke daerah mana yang belum terpenuhi. (AB/KT2)


BACA JUGACamat Bontosikuyu Warning Pemilik Ternak Hingga Sepekan Lagi

Camat Bontosikuyu Warning Pemilik Ternak Hingga Sepekan Lagi, Kalau Tidak !, Maka......"

Penulis Media Selayar TV on Senin, 24 Juli 2017 17.29.00

Camat Bontosikuyu Warning Pemilik Ternak, Hingga Sepekan Lagi

MEDIA SELAYAR
. Camat Bontosikuyu, Mohammad Basir SH, dihadapan para pemilik ternak menegaskan bahwa dirinya tidak akan setengah-setengah, dalam penegakan Perda Tentang Ternak Dan Surat Edaran Bupati terkait penertiban ternak liar, di wilayah Kecamatan Bontosikuyu
Camat Bontosikuyu Warning Pemilik Ternak, Hingga Sepekan Lagi, Kalau Tidak, Maka......"

Selanjutnya, Mohammad Basir SH, menegaskan komitmennya bahwa. mulai Sabtu, 29 Juli 2017, dirinya sebagai Camat  akan memimpin langsung Satgas Kecamatan Bontosikuyu melakukan penertiban hewan yang masih berkeliaran di wilayah Bontosikuyu. Dan bila menemukan ada ternak berkeliaran maka akan langsung kami tangkap.. 

" Mulai hari Sabtu tgl 29 Juli, akan turun bersama Tim Satgas Kecamatan dan Tim Satgas Desa masing-masing, untuk menangkap hewan ternak yang masih berkeliaran dan Kepada Para Kepala Desa harus malu kalau didesanya masih bnyak hewan ternak yang berkeliaran dan tidak bisa di tertibkan lebh baik desanya mengundurkan diri saja kalau tidak mampu menertibkan hal ini"  tegas Basri. 

Rapat Penertiban dan penangkapan hewan ternak yang tidak dikandangkan pemiliknya, dihadiri Danramil. Kapolsek, para Kepala Desa, Binsa dan Babinkantipmas serta para Pemilik ternak. Rapat berlangsung siang tadi, Senin, 24 Juli 2017di aula Kantor Camat Bontosikuyu.

Menutup rapat, Camat Bontosikuyu menyampaikan bahwa, kita ingin agar Kecamatan Bontosikuyu bebas dari hewan ternak berkeliaran dan membuang kotoran disembarang tempat. Kita mau Bontosikuyu ini Indah dan Sehat, dan masih ada waktu bagi pemilik ternak hingga sepekan ke depan untuk segera mengandangkan ternaknya, ujar Basri. (Lo2)

Bertemu PERMAS Konawe, Wabup Undang Pengurus Hadiri Hari Jadi Selayar 412

Bertemu PERMAS Konawe, Wabup Undang Pengurus Hadiri, Hari Jadi Selayar 412

MEDIA SELAYAR. Wakil Bupati Kepulauan Selayar,  Dr. H. Zainuddin, S.H., M.H. bersama Hj. Eni Zainuddin dalam kapasitas Anggota DPRD Selayar, hari ini Senin 24 Juli 2017 mengunjungi sekaligus bersilaturrahim dengan Pengurus Permas Kab. Konawe Sulawesi Tenggara.

Bertemu PERMAS Konawe, Wabup Undang Pengurus Hadiri, Hari Jadi Selayar 412

Kunjungan Wakil Bupati ini masih dalam rangkaian kunjungannya ke Kendari Sulawesi Tenggara, dalam pelantikan pengurus KKSS Sultra. Termasuk melakukan silaturrahmi dengan para pengurus Permas Kendari sehari sebelumnya.

BERITA TERKAIT :
Wabup Hadiri Pengukuhan KKSS Dan Silaturahmi Dengan PERMAS Kendari

Di Kabupaten Konawe, Wakil Bupati Kep. Selayar bersama rombongan dijemput oleh Ketua Permas Kabupaten Konawe, Muh. Akbar yang juga adalah Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pemkab Konawe, bersama pengurus Permas lainnya.

Dalam sepatah kata dihadapan Pengurus Permas Kab. Konawe, H. Zainuddin mengaku gembira bisa bertemu dengan keluarga Selayar di rantau. Ia berharap agar tali silaturahmi terus terjalin antara masyarakat Selayar di rantau dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar.

Bertemu PERMAS Konawe, Wabup Undang Pengurus Hadiri, Hari Jadi Selayar 412

Seperti dalam pepatah Selayar, A Munte Sibatu A Bulo Sipappa, kata H. Zainuddin. 

Wakil Bupati juga menyampaikan singkat tentang geliat pembangunan di Bumi Tanadoang Selayar dibawah kepemimpinan  BAZ. Ia menjelaskan bahwa pembangunan Pariwisata saat ini sementara digenjot. Menuju Selayar menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Serta hal lainnya menyangkut perkembangan pembangunan di Bumi Tanadoang.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Kepulauan Selayar mengundang pengurus Permas Kab. Konawe dan seluruh masyarakat Selayar di daerah tersebut untuk hadir memeriahkan Hari Jadi Sdelayar pada bulan Nopember mendatang. Hal ini mendapat applaus dari pengurus dan masyarakat Selayar yang hadir. (Adrian)


BACA JUGA Camat Bontosikuyu Buka Sosialisasi Pencegahan Virus HIV/AIDS


Camat Bontosikuyu Buka Sosialisasi Pencegahan Virus HIV/AIDS

Camat Bontosikuyu Buka Sosialisasi Pencegahan Dan Penggulangan, Virus, HIV/AIDS

MEDIA SELAYAR
. Camat Bontosikuyu, Mohammad Basir SH, membuka pelaksanaan sosialisasi Pencegahan Dan Penggulangan Virus HIV/AIDS, hari ini Senin 24 Juni 2017. Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh ibu ibu PKK Desa se-Kecamatan Bontosikuyu dan berlangsung di ruang Rapat Kantor Camat Bontosikuyu.

Sosialisasi Pencegahan Dan Penggulangan Virus HIV/AIDS merupakan program bidang P2PL Dinas Kesehatan Kab Kepulauan Selayar yang dilaksanakan di Kecamatan Bontosikuyu. Dimana dalam kegiatan tersebut, tampak para peserta sosialisasi begitu antusias mendengar pemaparan pemateri terkait bahaya HIV / AIDS.

Sementara itu Camat Bontosikuyu, Mohammad Basir SH, yang membuka pelaksanaan sosialisasi menyampaikan terima kasih kepada Dinas Kesehatan, khususnya bidang P2PL yang melakukan sosialisasi bahaya HIV/AIDS kepada warga Kecamatan Bontosikuyu.

Lebih lanjut Basri, berharap, melalui penyuluhan ini, para ibu-ibu bisa mengetahui dan memahami, juga dapat menyampaikan kembali kepada keluarga di masing masing desa tentang bahaya HIV/AIDS dengan cara mereka sendiri.

Camat Bontosikuyu meminta kepada Dinas Kesehatan melalui forum sosialisasi tersebut, agar, bisa kontinyu melakukan penyampaian dan sosialisasi terkait penyakit menular dan bahayanya terhadap masyarakat. Ini sangat membantu warga yang memang minim pemahaman terkait HIV/AIDS, ujar Basri.

Sementara itu, dalam paparan pemateri dijelaskan bahwa HIV dan AIDS memang nampak tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia, sayangnya tidak semuanya mengerti dan paham akan kedua kata tersebut. HIV/AIDS kerap beriringan dikarenakan korelasi yang sangat erat di antara keduanya.

HIV merupakan kependekan dari Human Immunodeficiency Virus. HIV adalah suatu virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh menjadi lemah dalam melawan infeksi. Sederhananya, kehadiran virus ini dalam tubuh akan menyebabkan defisiensi (kekurangan) sistem imun.

Penurunan kekebalan tubuh yang terjadi terus menerus menyebabkan defisiensi kekebalan tubuh. Sistem kekebalan dianggap defisiensi bila kekebalan tubuh tidak mampu lagi untuk melawan infeksi dan penyakit-penyakit yang menyerang tubuh. (Lo2)


Ketua DPW.PPNI Sulsel Hasil Muswil VIII Di Kab. Kep. Selayar Resmi Dilantik

Ketua DPW.PPNI Sulsel Hasil Muswil VIII Di Kab. Kep. Selayar, Resmi Dilantik

MEDIA SELAYAR. Ketua DPW. PPNI Sulsel Periode 2017-2022 hasil Muswil VIII PPNI Sulsel yang dilaksanakan di Kabupaten Kepulauan Selayar, dr. Abd. Rakhmat, resmi menjabat sebagai ketua DPW. PPNI Sulsel.

dr. Abd Rakhmat dilantik bersama seluruh Kolegium Keperawatan beserta seluruh Ketua DPW PPNI seluruh Indonesia di Jakarta, Sabtu 22 Juli 2017. Pelantikan dihadiri oleh Awil Tayyeb, Ketua Panitia Pelaksana Muswil VIII DPW. PPNI Di Kabupaten Kep. Selayar.

dr. Abd. Rakhmat adalah Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah sakit Wahidin Sudiro Husodo Makassar. Yang sebelumnya terpilih dalam Musyawarah Wilayah yang dilaksanakan di Kabupaten Kepulauan Selayar beberapa waktu lalu. (*)

Editor : Media Selayar

BERITA TERKAITBupati Kep. Selayar Buka Muswil Ke VIII PPNI Sulsel


TP.PKK. Kep. Selayar Gelar Ramah Tamah Bersama Ketua Bhayangkari Daerah Sulsel

TP.PKK. Kep. Selayar Gelar Ramah Tamah Bersama, Ketua Bhayangkari Daerah Sulsel

MEDIA SELAYAR
. Tim Penggerak PKK Kabupaten Kepulauan Selayar menggelar ramah tamah menyambut kedatangan, Ny. Diana Muktiono, Ibu Ketua Bhayangkari Daerah Sulsel bersama rombongan pada Sabtu malam 23 Juli 2017, akhir pekan kemarin. Ramah tamah tersebut berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Bupati.

Hadir dalam ramah Tamah tersebut dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kepulauan Selayar A.Dwiyanti Musrifah Basli, Ketua Bhayangkari Cabang Kepulauan Selayar Ibu Eva Eddy Tarigan, Ibu Ketua Persit Kartika Candra Kirana dan Para pengurus Tim Penggerak PKK serta Pengurus Bhayangkari Cabang Kepulauan Selayar.

Sementara itu, Ibu Kapolda Sulsel, Ny. Diana Muktiono didampingi Ibu Karo SDM Polda Sulsel dan Ibu Karo Rena Polda Sulsel, serta rombongan lainnya.

Pada kesempatan ramah tamah tersebut, Ibu Diana Muktiono menyempatkan diri menyanyikan sebuah lagu yang disambut antusias oleh para hadirin. Hal yang sama juga dipersembahkan Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Musrifah Basli Ali dan Ketua Bhayangkari Cabang Kepulauan Selayar. (Ajen)

Disbudpar Sulsel Dan Dikpar Selayar Teken MoU Pengembangan Destinasi Wisata

Disbudpar Sulsel Dan Dikpar Selayar, Teken MoU Pengembangan Destinasi Wisata


MEDIA SELAYAR. Kepala Dinas Kepariwisataan Kabupaten Kepulauan Selayar, Ince Rahim Spd. MH, pada akhir pekan kemarin, melakukan penandatanganan MOU dengan Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Prov.Sulawesi Selatan.

MoU yang disepakati menyangkut pengembangan destinasi dan pemasaran pariwisata. Penandatangannya berlangsung di arena Asita Travel Mart 3 di Trans Studio City Makassar.

Penandatanganan MoU bidang Pariwisata antara Dinas Kepariwisataan Pamkab Kep. Selayar dan Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Sulsel, terlaksana atas kerjasama dengan Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Makassar.

Kadis Kepariwisataan Selayar, Ince Rahim, Spd. MH, berharap agar Mou yang ada dan telah disepakati dapat semakin membawa pariwisata Selayar semakin dikenal luas. Selanjutnya tentu saja akan mendukung Kabupaten Kepulauan Selayar menjadi Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata. 

Ince Rahim juga meminta dukungan Pemerintah Provinsi Sulsel untuk mendukung penuh Pariwisata Selayar, baik dalam pengembangan pemasaran, maupun dalam pengembangan distinasi (Lo2) 

Ny. Diana Muktiono Serahkan Bantuan Perlindungan Penyu Dan Saksikan Pelepasan Napoleon Di Selayar

Penulis Media Selayar TV on Minggu, 23 Juli 2017 19.38.00

My. Diana Muktiono Serahkan Bantuan Perlindungan Penyu, Dan Saksikan Pelepasan Napoleon, Di Selayar

MEDIA SELAYAR
. Dalam kunjungannya ke Kabupaten Kepulauan Selayar pada akhir pekan ini, Minggu 23 Juli 2017, Ny. Diana Muktiono, Ibu Ketua Bhayangkari Daerah Sulsel menyerahkan bantuan ke penangkaran Penyu yang berada di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Usai menyerahkan bantuan ke pengelola penangkaran penyu, Ibu Kapolda Sulsel ini bersama rombongan Pengurus Bhayangkari Polres Kep. Selayar, melepaskan ratusan ekor tukik penyu ke pantai Kampung Penyu di Kecamatan Bontomanai. 

Selain itu, Ibu Kapolda Sulsel juga mengikuti kegiatan pelepasan ikan napoleon sebagai satwa dilindungi karena kelangkaannya. Ikan napoleon yang dilepaskan merupakan barang bukti hasil kegiatan penegakan hukum di perairan Kepulauan Selayar sebagai wujud dan komitmen Polres Kep. Selayar, dalam pemberantasan illegal fishing.

Selama berada di Kepulauan Selayar, Ibu Ketua Bhayangkari Sulsel Ny. Diana Muktiono, banyak bersosialisasi dengan warga Selayar dan melaksanakan aksi peduli biota laut, dari melepas Ikan napoleon & tukik hingga memasang tanda Spot Diving Bhayangkari di lepas laut Baratlambongan Kab. Kepulauan Selayar. (Ajen/Lo2)

Sekda Selayar Hadiri Halal Bi Halal DPD Permas Jakarta

Sekda Selayar, Hadiri Halal Bi Halal DPD Permas Jakarta

MEDIA SELAYAR. Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar, Dr. Ir. H. Marjani Sultan M.Si, mewakili Bupati Kep. Selayar, hadir dalam acara Silaturahim dan Halal Bi Halal yang dilaksanakan oleh DPD PERMAS Jakarta. Kegiatannya berlangsung hari ini Minggu 23 Juli 2017 di Jl. Angsana Kebayoran Jakarta Pusat.


Sekda Selayar ,Hadiri Halal Bi Halal, DPD Permas Jakarta

Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar, Dr. Ir. H. Marjani Sultan, M.Si, dalam kesempatan sambutannya menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar saat ini sementara menggenjot pembangunan disegala bidang. Utamanya pembangunan prioritas dibidang Pariwsiata. Dimana Pemerintah Daerah berjuang akan menjadikan Selayar sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata.

Selanjutnya H. Marjani menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar saat ini meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK RI atas prestasi pengelolaan keuangan daerah yang selama 10 tahun terakhir tidak pernah diraih sebelumnya. Ini membuktikan komitmen pimpinan daerah , Basli - Zainuddin (BAZ) dalam membangun Selayar, tegas H. Marjani.

Sambutan lainnya, dilaksanakan oleh Ketua Panitia Pelaksana Halal Bi halal Permas DPD Jakarta, AKBP. Andi Aziz Nizar S.IK. M.Hum, dan acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Drs. Mohtar Adam. (Fad/Lo2)

BACA JUGAWabup Hadiri Pengukuhan KKSS Dan Silaturahmi Dengan PERMAS Kendari

 
Alamat Redaksi Jl.Mkr Bonto No 28 | Benteng Kab-Kep-Selayar -92812- email- radiocontrend at yahoo dot co dot id-
CP-081 241 927 000-Media Selayar--Sulawesi-Selatan--Indonesia
KAMI BANGGA- DAN BERTERIMA KASIH- KEPADA PEMBACA DAN PENDENGAR
STAY TUNE 98,3 FM--SEMUA UNTUK SELAYAR