MEDIA SELAYAR – Tragedi tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, pada Rabu (16/7/2026) yang mengakibatkan puluhan penumpang menjadi korban, memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat: siapa yang harus bertanggung jawab atas musibah tersebut?
Hingga hari ke 3 tragedi tenggelamnya KM Nurul Salsa Jumat (17/7/2026) yang menelan korban jiwa dan puluhan orang penumpang belum ditemukan, telah menjadi perhatian nasional. Sejumlah armada kapal dan pesawat terbang dikerahkan untuk membantu melakukan pencarian.
Sayangnya karena manajemen operasi penanganan tragedi ini terkesan masih seadanya. Terbukti pada pengelolaan informasi korban masih simpang siur dan berseliweran di media sosial yang akibatnya bikin keluarga penumpang dan publik kebingungan. Hal ini disampaikan oleh Andi Nurhamzah, Ketua Harian FPS (Jumat 17/6/2026).
Jumlah penumpang di kapal juga masih menjadi perhatian karena data manifest dan jumlah penumpang yang sebenarnya dilaporkan berbeda, katanya.
Andi menegaskan bahwa penyebab pasti tragedi ini harus diungkap melalui investigasi menyeluruh. Penyelidikan diperlukan untuk memastikan apakah terdapat unsur kelalaian dalam pengoperasian kapal, mulai dari kondisi kelaiklautan kapal, kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, hingga pengawasan terhadap jumlah penumpang yang diangkut.
Andi Nurhamzah juga menilai lambannya penanganan kejadian seperti ini di Kabupaten Kepulauan Selayar. Setidaknya jangan muncul kesan anggap remeh dalam merespon setiap kejadian dilaut Kepulauan Selayar. Kasian masyarakat kita, jelas Andi.
Dalam setahun ini saja, sejumlah kejadian kecelakaan kapal diperairan Selayar menjadi penyebab hilangnya puluhan orang tanpa tertolong. Apakah hal seperti ini harus didiamkan saja atau dibiarkan saja ?. Saya melihat kita di Selayar selalu menunggu bantuan kapal besar bantuan dari Makassar. Karena institusi pertolongan nasional ini hanya memberi perahu karet saja ke Pos Selayar.
Lebih lanjut Ia menegaskan bahwa semua pihak dan pemangku kebijakan wajib peduli pada tragedi kemanusiaan ini. Jika kemudian sudah puluhan nyawa menjadi taruhan kejadian maka selayaknya tragedi daerah selevel tragedi tenggelamnya kapal feri KM Lestari Maju, tandasnya
Hingga saat ini, fokus utama pemerintah dan tim SAR gabungan masih tertuju pada pencarian korban yang belum ditemukan. Sementara itu, masyarakat berharap proses investigasi dilakukan secara transparan agar penyebab tenggelamnya KM Nurul Salsa dapat terungkap dan tragedi yang menelan korban jiwa ini menjadi perhatian pemerintah. Tolong jangan diam, kunci Andi. (Krn).


