KLM Harapan Kita Selamatkan Puluhan Penumpang KM Nurul Salsa, Begini Ceritanya

Media Selayar
Kamis, 16 Juli 2026 | 16:19 WIB Last Updated 2026-07-16T08:20:51Z

KLM Harapan Kita Selamatkan Puluhan Penumpang Kapal Tenggelam, Begini Ceritanya

MEDIA SELAYAR
– Musibah tenggelamnya KLM Nurul Salsa di perairan sekitar Pulau Polassi, Kecamatan Pasimasunggu, Kabupaten Kepulauan Selayar, diinformasikan berawal dari kerusakan mesin saat kapal berlayar dari Pulau Jampea menuju Benteng Selayar pada Rabu (15/7/2026).

Camat Pasimasunggu, Nur Amin Arsyad, kepada Pewarta Selayar menuturkan, laporan mengenai kapal yang mengalami kerusakan mesin diterima pada Rabu siang sekitar pukul 11.00 Wita. 

Setelah menerima informasi tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi melalui sambungan telepon dengan Basarnas untuk meminta bantuan penyelamatan.

Namun hingga sore hari, upaya evakuasi belum dapat dilakukan karena Tim SAR Gabungan dilaporkan hanya bisa berada di Appatanah, ujung selatan Pulau Selayar. Selain terkendala jarak yang cukup jauh, kondisi air laut yang surut juga menghambat pergerakan penyelamat jelas Nur Amin Arsyad.

Melihat situasi yang semakin darurat, Pemerintah Kecamatan Pasimasunggu kemudian meminta bantuan kepada KLM Harapan Kita yang sedang berada di Pelabuhan Benteng Jampea untuk bergerak menuju lokasi kejadian. 

Menurut Nur Amin, saat itu tidak ada armada lain yang bergerak menuju lokasi selain kapal tersebut.

Sementara menunggu pertolongan, KLM Nurul Salsa terus terombang-ambing diterpa gelombang. Hal ini diketahui karena masih ada salah seorang diatas kapal yang berkomunikasi menggunakan telepon seluler. Yang artinya posisi KM Nurul Salsa masih berada diradius yang terkena sinyal seluler. 

Kondisi kapal semakin memburuk setelah mengalami kebocoran. Awak kapal berupaya menguras air yang masuk ke dalam lambung menggunakan pompa, namun tidak mampu mengimbangi derasnya air yang terus masuk.

Sekitar pukul 16.00 Wita, KLM Nurul Salsa akhirnya tenggelam di perairan Pulau Polassi. Seluruh penumpang menyelamatkan diri dengan menggunakan pelampung dan gabus, kemudian bertahan mengapung di laut sambil menunggu bantuan yang tak kunjung tiba pada saat suasana masih terang.

Dalam perkembangan selanjutnya, para penumpang berhasil ditemukan oleh KLM Harapan Kita dan diselamatkan kembali ke Pelabuhan Benteng Jampea. 

Korban selamat kemudian mendapat penanganan medis di Puskesmas Benteng Jampea.

Berdasarkan data terakhir yang dihimpun Media Selayar, sebanyak 44 orang berhasil diselamatkan, sementara 1 orang dinyatakan meninggal dunia. 

Data yang diterima Media Selayar sebanyak 27 orang masih belum ditemukan. Termasuk belasan diantaranya terdaftar dalam menifes penumpang. Sementara yang lainnya diketahui berdasarkan laporan dari pihak keluarga yang belum ditemukan. 

Hingga sore ini, Kamis (17/7/2026) keluarga penumpang yang belum ditemukan masih berharap agar keluarga mereka selamat dan dapat ditemukan. (IC). 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • KLM Harapan Kita Selamatkan Puluhan Penumpang KM Nurul Salsa, Begini Ceritanya

Trending Now

Iklan