Suasana Haru Jelang Penutupan Program TMMD 128 di Batangmata Sapo

Redaksi
Rabu, 20 Mei 2026 | 07:44 WIB Last Updated 2026-05-19T23:44:01Z

MEDIA SELAYAR | SELAYAR — Saat program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 mendekati akhir di Desa Batangmata Sapo, Kecamatan Bontomatene, rasa sedih mulai terasa di dalam hati sanubari masyarakat. 

Setelah hampir sebulan hidup berdampingan, warga perlahan merasakan kehilangan personel Satuan Tugas TMMD yang telah hadir, bekerja, dan berbaur dengan masyarakat, Rabu (20 Mei 2026).

Kebersamaan antara warga dan tentara TNI dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara tidak hanya meninggalkan perkembangan fisik tetapi juga ikatan emosional yang mendalam. Kehadiran anggota satuan tugas di dalam masyarakat telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga Batangmata Sapo.

Hal ini disampaikan oleh Abdul Hamid, seorang tokoh masyarakat dan mantan Kepala Desa Batangmata Sapo selama delapan tahun, dalam percakapan dengan Komandan Distrik Militer 1415/Selayar, Letnan Kolonel Czi Yudo Harianto, Komandan Satuan Tugas TMMD ke-128, setelah shalat Ashar di Masjid Nurul Yaqin Muhammadiyah beberapa waktu lalu.

Di hadapan Komandan Satuan Tugas, Abdul Hamid menyampaikan harapan besar masyarakat agar pembangunan jalan pertanian, yang telah dibuka melalui program TMMD, dapat dilanjutkan oleh pemerintah daerah.

Menurutnya, akses jalan ke pantai timur Batangmata Sapo adalah impian lama masyarakat yang selama bertahun-tahun belum terwujud. Jalan tersebut dianggap penting karena menyediakan akses utama ke lahan pertanian dan perkebunan warga, yang selama ini terabaikan karena medan yang sulit.

"Masyarakat sudah lama mendambakan jalan menuju timur ini. Daerah ini dulunya merupakan sumber penghidupan bagi penduduk. Banyak hasil pertanian, seperti jagung dan umbi-umbian, berasal dari sana," kata Abdul Hamid.

Ia menjelaskan bahwa akses yang sulit telah menyebabkan banyak penduduk secara bertahap meninggalkan lahan pertanian mereka. Bahkan generasi muda sekarang lebih memilih untuk bermigrasi dan mencari pekerjaan di luar wilayah daripada kembali mengelola pertanian keluarga mereka.

Bahkan, katanya, pembukaan akses jalan oleh Satuan Tugas TMMD telah mulai membangkitkan kembali harapan masyarakat untuk menghidupkan kembali sektor pertanian yang telah lama mati suri.

"Orang-orang sekarang mulai merasa antusias lagi untuk mengolah lahan mereka. Jika pemerintah mengaspal jalan atau melakukan perbaikan lebih lanjut, manfaatnya tentu akan jauh lebih besar bagi penduduk," tambahnya.

Program TMMD ke-128 di Batangmata Sapo sendiri merupakan salah satu program yang paling bermanfaat bagi masyarakat. Selain membuka jalan pertanian, kehadiran Satuan Tugas TMMD juga membawa semangat kerja sama dan kedekatan sosial yang telah lama dirindukan warga desa.

Kini, dua hari sebelum program berakhir, warga berharap pembangunan yang telah dimulai tidak akan berakhir begitu saja. Di balik jalan yang baru dibuka itu terletak harapan besar masyarakat untuk menghidupkan kembali lahan dan masa depan mereka. (hms/)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Suasana Haru Jelang Penutupan Program TMMD 128 di Batangmata Sapo

Trending Now

Iklan