MediaSelayar.Com | Medianya Orang Selayar Temui Pengungsi di Pulau Bonerate, Ini Kata Gubernur
  • Jelajahi

    Copyright © MediaSelayar.Com | Medianya Orang Selayar

    Temui Pengungsi di Pulau Bonerate, Ini Kata Gubernur

    Minggu, 19 Desember 2021, 18:44 WIB Last Updated 2021-12-19T13:47:33Z


    MEDIA SELAYAR.
    Plt. Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, berkunjung ke lokasi pengungsian warga di bukit Parigia, Desa Lamantu, Pulau Bonerate, Kecamatan Pasimarannu, Kepulauan Selayar, Minggu (19/12) siang. Andi Sudirman Sulaiman bersama rombongan mengunjungi warga pengungsi dengan menggunakan sepeda motor. 


    Sebelumnya, Plt. Gubernur bersama Deputi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Mochamad Syafei Kasno, dan Kapolda Sulsel Irjen Pol. Nana Sudjana, dan Kepala Badan BPBD Sulsel, berkunjung ke Desa Sambali dan Bonea, memantau rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa yang terjadi di Laut Flores, 112 Km barat laut Larantuka, NTT, yang terjadi pada Selasa, 14 Desember 2021 lalu. 


    Pantauan Pewarta di Bonerate, tiba di bukit Parigia Desa Lamantu, Plt. Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, langsung menyapa ribuan warga yang berada dilokasi pengungsian. 


    "Assalamu'alaikum, sehat-sehatjaki? Sudahjaki makan siang semua?", sapa Andi Sudirman Sulaiman kepada warga di pengungsian di bukit Parigia Desa Lamantu. 


    Kepada warga Pulau Bonerate, Plt. Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman bahwa kehadirannya bersama dengan Pangdam XIV Hasanuddin, dan Kapolda Sulsel, Deputi Badan Nasional Penanggulangan bencana (BNPB), dan Kepala Badan BPBD Sulsel, serta yang lainnya adalah untuk melihat situasi dan kondisi masyarakat yang terdampak gempa. 


    Terpantau, selama kurang lebih 25 menit Plt. Gubernur Andi Sudirman Sulaiman melakukan interaksi dengan masyarakat pengungsi. Selain bertanya tentang kondisi kesehatan warga, Plt. Gubernur Sulsel juga menanyakan kerusakan rumah warga yang ada di Pulau Bonerate. 


    Dalam kesempatannya, Plt. Gubernur Sulsel juga menyampaikan bahwa pemerintah provinsi Sulawesi Selatan telah memberikan bantuan dana sebesar 8 Miliar untuk penanggulangan bencana dan kedaruratan kepada warga korban Gempa 7.4 Magnitudo Kabupaten Kepulauan Selayar. 


    "Paling penting bantuan ini diberikan karena untuk merecovery kembali situasi yang ada, pemulihan di Kepulauan Selayar terutama 4 Kecamatan yang terdampak, yakni Kecamatan Pasilambena, Pasimarannu, Pasimasunggu dan Taka Bonerate", ucap Gubernur Sulsel. 


    Kendati demikian, Andi Sudirman mengatakan bahwa tidak hanya memberikan bantuan dana, akan tetapi Pemprov melalui BPBD Sulsel juga telah menyalurkan bantuan logistik kepada warga korban gempa. 


    Ia juga menyampaikan, tidak hanya Pemprov Sulsel, namun bantuan juga telah diberikan oleh Pangdam XIV Hasanuddin, dan Kapolda Sulsel, Pemerintah Kabupaten, serta sejumlah lembaga, instansi, organisasi dan komunitas.


    "Disini juga telah hadir BNPB dari Pusat, harapan kita tentu setelah pemulihan nanti ini, BNPB juga melakukan rekonstruksi pasca bencana melalui bantuan rumah permanen", ucap Andi Sudirman. 


    Dalam interaksinya dengan warga, Andi Sudirman Sulaiman memperoleh informasi bahwa hingga hari ini, masih saja terjadi getaran-getaran gempa yang dirasakan warga. 


    "Memang masih sering terjadi gempa katanya ya? Ada lagi goncangan tadi pagi ya? Shubuh ya?", tanya Gubernur, yang langsung di iyakan oleh seluruh warga pengungsi.


    Bahkan warga menyampaikan kepada Plt. Gubernur Sulsel, bahwa gempa yang terjadi tadi shubuh, bersamaan hujan deras disertai dengan guntur dan petir, yang membuat warga semakin takut dan trauma. 


    Untuk itu, kata Andi Sudirman Sulaiman, selain memberikan bantuan fisik, pihaknya juga akan memberikan bantuan psikis terhadap warga terdampak gempa. 


    "Kita harus ada kelas-kelas trauma healing. Nanti kita akan turunkan tim dari Pemprov untuk itu, termasuk juga dari kabupatenkabupaten", jelas Andi Sudirman. 


    Diketahui, trauma healing merupakan suatu proses pemberian bantuan berupa penyembuhan untuk mengatasi gangguan psikologis seperti kecemasan, panik berlebihan, dan gangguan lainnya karena lemahnya ketahanan fungsi-fungsi mental yang dimiliki individu korban bencana alam. (Afd).

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Berita Terbaru