MediaSelayar.Com | Medianya Orang Selayar Setidaknya 10 Ribuan Warga di Pasimarannu Masih Bertahan di Lokasi Pengungsian
  • Jelajahi

    Copyright © MediaSelayar.Com | Medianya Orang Selayar

    Setidaknya 10 Ribuan Warga di Pasimarannu Masih Bertahan di Lokasi Pengungsian

    Minggu, 19 Desember 2021, 00:11 WIB Last Updated 2021-12-18T16:11:29Z


    MEDIA SELAYAR.
    Hari kelima pasca gempa, lebih dari sepuluh ribu warga terdampak gempa di Kecamatan Pasimarannu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, tetap bertahan di titik lokasi pengungsian.


    Demikian disampaikan oleh Camat Pasimarannu Syamsil, S.Sos., saat dikonfirmasi langsung oleh Pewarta, dilokasi pengungsian bukit Parigia Miantuu, Sabtu (18/12) malam. 


    Syamsil mengungkapkan bahwa warga yang mengungsi tersebut tersebar di 8 desa dalam wilayah Kecamatan Pasimarannu. Di daratan Pulau Bonerate, terdiri dari 6 desa, yakni Desa Bonerate, Majapahit, Lamantu, Batu Bingkung, Bonea, Sambali. 


    Sementara, ada 2 desa yang terpisah dari daratan Pulau Bonerate yaitu Desa Lambego dan Desa Komba-Komba. 


    "Para warga terdampak gempa ini tersebar di beberapa puluh titik lokasi pengungsian, seperti di Parigia, Miantuu, Lajaa, Gilarabu, Lagundi, Majapahit, Bonea, dan Sambali. Kemudian di Lambego ada juga beberapa titik pengungsian disana", jelas Syamsil. 


    Syamsil mengatakan umumnya masyarakat di Kecamatan Pasimarannu ini, masih takut dan trauma kembali ke rumahnya. 


    Ada juga warga yang sudah kembali ke rumah, namun mereka kebanyakan hanya tidur di teras atau di halaman rumah masing-masing. Masih belum berani tidur di dalam rumah karena khawatir jika tiba-tiba terjadi lagi gempa karena getaran gempa masih saja dirasakan warga hingga saat ini.


    "Untuk itu, Tripika Kecamatan Pasimarannu rutin dan selalu memantau dan memonitor warga pengungsi ini mulai dari pagi hingga pukul 01.00 Wita", ucap Camat Pasimarannu ini. 


    Selama warga mengungsi, kata Syamsil, langkah yang dilakukan dan yang paling diperhatikan di lokasi pengungsian warga itu persoalan kesehatan seperti tersedianya obat-obatan, sanitasi lingkungan, dan masalah kekurangan air bersih. 


    Selanjutnya, masalah sembako itu yang selalu kami wanti-wanti agar warga kami ini tidak kekurangan, karena jika saja mereka kekurangan sembako, maka akan berdampak kepada ketahanan fisiknya yang menurun. 


    Sementara itu, berdasarkan hasil wawancara Pewarta, kepada sejumlah warga dilokasi pengungsian sudah berbicara tentang kesulitan mereka terhadap kebutuhan bahan makanan. 


    Bukan saja beras dan air minum, tapi warga sudah mulai kekurangan bahan kebutuhan keluarga khususnya kebutuhan bayi dan anak-anak. 


    Mereka berharap bantuan kebutuhan dasar segera datang dari Pemerintah. Dan berharap agar bantuan disalurkan kepada mereka tanpa harus ada persoalan klasik yang bisa menambah derita mereka pasca gempa. 


    Dari hasil pengumpulan informasi, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar telah mendistribusikan bantuan dengan menggunakan kapal laut ke Pasimarannu dan Pasilambena. Sehingga bisa dipastikan bantuan awal sembako dan bahan bahan lainnya kepada puluhan ribu masyarakat korban gempa dapat terpenuhi. (Tim). 

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Berita Terbaru