MediaSelayar.Com | Medianya Orang Selayar Letkol. Kav. Adi Priatna Tinjau Logistik yang Akan Disalurkan Kepada Warga Korban Gempa
  • Jelajahi

    Copyright © MediaSelayar.Com | Medianya Orang Selayar

    Letkol. Kav. Adi Priatna Tinjau Logistik yang Akan Disalurkan Kepada Warga Korban Gempa

    Minggu, 19 Desember 2021, 09:20 WIB Last Updated 2021-12-19T01:20:04Z


    MEDIA SELAYAR.
    Dansatgas Penanganan Darurat Bencana Gempa 7,4 SR Kabupaten Kepulauan Selayar Letkol. Kav. Adi Priatna, meninjau logistik yang akan dibagikan kepada warga korban gempa di Pulau Bonerate, Kecamatan Pasimarannu, Minggu (19/12) pagi. 


    Terpantau, Letkol. Kav. Adi Priatna, didampingi Dansubsatgas penanganan bencana Kecamatan Pasimarannu Kapten Syamsuddin bersama anggota. 


    Dansatgas Penanganan Darurat Bencana Gempa Kabupaten Kepulauan Selayar Letkol. Kav. Adi Priatna, mengatakan untuk pendistribusian logistik itu terpusat di Benteng, Ibukota kabupaten Kepulauan Selayar. 


    Logistik yang terkumpul tersebut sudah didistribusikan dengan menggunakan 3 kapal, yakni KLM Bunga Batari, KLM. Nur Salsabila, dan KM Banawa Nusantara 90. 


    "Ketiga kapal ini telah mendistribusikan logistik ke wilayah-wilayah yang terkena dampak gempa di Kecamatan Pasilambena dan Pasimarannu sejak kemarin. Dan hari ini logistik itu akan disalurkan ke posko-posko yang ada didesa untuk selanjutnya dibagikan kepada warga", jelas Letkol. Kav. Adi Priatna, Dansatgas Penanganan Darurat Bencana Gempa Kepulauan Selayar. 


    Kemudian, lanjut Lotkol Kav. Adi Priatna, Kapal Angkatan Laut (KAL) Mamuju milik TNI AL juga sudah menuju ke lokasi-lokasi dampak bencana gempa untuk melakukan dropping logistik, yang selanjutnya juga akan disalurkan ke posko-posko yang ada di desa, tambahnya. 


    Mengingat lokasi atau titik-titik yang terkena dampak gempa yang berada di wilayah kepulauan, Letkol. Kav. Adi Priatna tidak memungkiri bahwa kendala dan kesulitan utama yang dihadapi adalah pengangkutan dan pendistribusian logistik dari posko utama di Benteng. 


    "Kendala utama yang kita hadapi adalah pengangkutan logistik dari posko utama yang berada di Benteng saja. Karena membutuhkan estimasi waktu kurang lebih 18 jamjam perjalanan dari kota Benteng ke wilayah terdampak ini", jelas Letkol Kav. Adi Priatna. 


    Jadi, kalau logistik ini sudah sampai ke Ibukota Kecamatan di wilayah yang terdampak gempa, kita sudah akan membagikan logistik tersebut ke posko-posko yang ada di desa. 


    Pada intinya itu saja kendala kita saat ini, proses pengangkutan logistik dari Ibukota Kabupaten menuju wilayah-wilayah terdampak gempa yang terdiri dari beberapa pulau, pungkas Letkol. Kav. Adi Priatna. (Afd). 


    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Berita Terbaru