MediaSelayar.Com | Medianya Orang Selayar Hari Ke 4 Pasca Gempa Warga Mulai Kekurangan Kebutuhan Dasar, Pemerintah Kerahkan 2 Kapal Bawa Bantuan
  • Jelajahi

    Copyright © MediaSelayar.Com | Medianya Orang Selayar

    Hari Ke 4 Pasca Gempa Warga Mulai Kekurangan Kebutuhan Dasar, Pemerintah Kerahkan 2 Kapal Bawa Bantuan

    Media Selayar
    Sabtu, 18 Desember 2021, 08:05 WIB Last Updated 2021-12-18T00:06:24Z


    MEDIA SELAYAR
    - Sabtu (18/12), hari ke 4 pasca gempa 7,4 magnitudo di NTT, juga mengguncang wilayah Kepulauan Selayar. Dan yang paling terdampak adalah 2 kecamatan terluar didaerah kepulauan ini. Yakni Kecamatan Pasilambena dan Kecamatan Pasimarannu. 


    Di Kecamatan Pasilambena yang terparah adalah pulau Kalao Toa, dimana dipulau tersebut ada 4 desa pesisir dan 2 desa pulau yang paling parah terdampak. 


    Sementara di Kecamatan Pasimarannu, ada 8 desa terdampak. 


    Dari 2 Kecamatan ini tercatat ada ratusan rumah warga yang rusak, mulai rusak sedang sampai berat, hingga ada seratusan rumah warga yang rata dengan tanah. 


    Begitu juga dengan warga, ada ratusan warga dari 2 kecamatan terluar ini yang luka dan patah tulang akibat tertimpa reruntuhan rumah dan terjatuh saat berupaya menyelamatkan diri saat gempa 7,4 magnitudo terjadi. 


    Kondisi semakin panik saat diumumkan bahwa gempa yang baru terjadi berpotensi tsunami, dimana warga di 2 kecamatan kepulauan Selayar ini memang pernah mengalami hal sama saat gempa Laratuka 1992 lalu. 



    Ribuan bahkan belasan ribu warga di 2 kecamatan ini berhamburan menyelamatkan diri dan keluarga mencari tempat yang tinggi, dimasing-masing desa mereka. 


    Seperti di pulau Kalao Toa, sedikitnya lima ribuan warga di 4 desa bergerak ke Bonto-Bonto menyelamatkan diri. Mereka membawa lari keluarga. Ada yang menggunakan kendaraan dan ada yang lari. 


    Begitupun di pulau Bonerate, disini sedikitnya Sembilan ribu warga di 6 desa bergerak bersamaan mencari tempat tinggi. 


    Seluruh perbukitan ramai, dimana warga kemudian memilih bertahan dilokasi pengungsian dengan harapan tentu lepas dari ancaman maut kejadian gempa bumi dan tsunami. 


    Tidak berhenti disini. Kekhawatiran dan ketakutan makin menjadi, saat gempa-gempa kecil terus dirasakan warga hingga hari ke 4 pasca gempa 7,4 magnitudo. Jadilan trauma dan ketakutan untuk balik ke rumah semakin tinggi..


    Mereka tidur di beralas tikar dilokasi perbukitan yang dipenuhi batu. Jadilah bukit menjadi ramai dengan tenda warna warni. Bertahan hidup seadanya dilokasi pengungsian yang serba berkekurangan demi menghindari maut dan bahaya gempa yang mengancam bila kembali ke rumah yang berada di pesisir pantai. 


    Pada hari pertama sampai hari ketiga, masih belum terdengar ada yang kekurangan bahan makanan. Tapi dihari ke empat pasca gempa, suara-suara tentang bahan makanan yang mulai sulit sudah terdengar. Bukan  saja beras dan air minum, tapi warga sudah mulai kekurangan bahan kebutuhan keluarga khususnya kebutuhan anak-anak. 


    Mereka berharap bantuan kebutuhan dasar segera datang dari Pemerintah. Dan berharap agar bantuan disalurkan kepada mereka tanpa harus ada persoalan klasik yang bisa menambah derita mereka pasca gempa. 


    Dari hasil pengumpulan informasi, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar telah mendistribusikan bantuan dengan menggunakan kapal laut ke Pasimarannu dan Pasilambena. Perkiraan tiba dipelabuhan Bonerate dan Latokdok pada hari ke 4 pasca gempa. Sehingga dipastikan pada hari ke 5 bantuan awal sembako dan bahan bahan lainnya dapat terpenuhi. (Tim). 

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Berita Terbaru