MediaSelayar.Com | Medianya Orang Selayar KKP Support Tanadoang Marine Kembangkan Wisata Bahari di Kepulauan Selayar
  • Jelajahi

    Copyright © MediaSelayar.Com | Medianya Orang Selayar

    KKP Support Tanadoang Marine Kembangkan Wisata Bahari di Kepulauan Selayar

    Media Selayar
    Selasa, 24 Agustus 2021, 11:00 WIB Last Updated 2021-08-24T03:01:58Z


    MEDIA SELAYAR
    . Diwakili oleh Kelompok Tanadoang Marine, warga sangat antusias menerima bantuan 1 unit kompresor dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL).


    Bantuan kompresor senilai Rp. 96.195.000,- tersebut dimanfaatkan warga untuk mengisi tabung-tabung selam guna mendukung aktivitas warga dalam mengembangkan wisata bahari Benda Berharga Asal Muatan Kapal yang Tenggelam (BMKT) di wilayah perairan Kepulauan Kabupaten Selayar.


    Ketua Kelompok Tanadoang Marine, Andi Ridha Nur Afdal mengatakan bahwa bantuan digunakan untuk menunjang kegiatan kelompok masyarakat Tanadoang Marine yang memanfaatkan Kawasan Konservasi Perairan Daerah Pulau Pasi Gusung Desa Bontolebang Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan sebagai destinasi wisata bahari dan BMKT. 


    “Mesin kompresor ini sangat bermanfaat untuk kami gunakan mengisi tabung. Kami berharap ke depan di lokasi kami akan terlaksana program rehabilitasi terumbu karang,” ujarnya seperti dikutip dari rilis KKP, Senin, 23 Agustus 2021.


    Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Pamuji Lestari dalam keterangannya di Jakarta menyampaikan bahwa Selayar memiliki titik-titik wisata BMKT, sehingga warga setempat perlu mendapat dukungan dalam pengembangan wisata bahari. Hal ini sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono untuk melibatkan masyarakat sebagai garda terdepan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan pengelolaan kawasan.


    “Bantuan sarana pemanfaatan BMKT adalah salah satu program KKP dalam mengelola BMKT in-situ yang melibatkan kelompok masyarakat di sekitar lokasi temuan. Masyarakat akan terlibat dalam menjaga dan memanfaatkannya sebagai lokasi wisata bahari seperti menyelam dan snorkeling,” kata Tari.


    Direktur Jasa Kelautan Miftahul Huda menambahkan, bahwa bantuan juga dapat dimanfaatkan untuk menarik wisatawan yang ingin menyelam di lokasi perairan Pulau Pasi Gusung. Pasalnya, di lokasi tersebut terletak peninggalan sejarah berupa jangkar dan meriam yang diduga dari kapal milik VOC Walvis yang tenggelam di perairan Selayar pada 7 Januari 1663. (***)

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Berita Terbaru