MediaSelayar.Com | Medianya Orang Selayar 7 Relawan Vaksin Sinovac Positif COVID-19
  • Jelajahi

    Copyright © MediaSelayar.Com | Medianya Orang Selayar

    7 Relawan Vaksin Sinovac Positif COVID-19

    Sabtu, 23 Januari 2021, 21:52 WIB Last Updated 2021-01-23T13:52:27Z


    MEDIA SELAYAR. Kondisi Terkini 7 Relawan Vaksin Sinovac Bandung Jawa Barat yang Positif COVID-19.


    Dalam uji klinis vaksin Corona Sinovac di Bandung, didapatkan 25 relawan atau partisipan yang positif terinfeksi COVID-19. 


    Dari jumlah tersebut, 7 orang di antaranya adalah penerima vaksin, sementara 18 lainnya pemerima suntikan plasebo atau obat kosong yang berfungsi sebagai kontrol atau pembanding.


    Ketua Riset Uji Klinis Vaksin Corona Prof Kusnadi Rusmil mengatakan bahwa kondisi relawan yang mendapat suntikan vaksin saat ini hanya mengalami gejala ringan setelah dinyatakan positif COVID-19.


    "Dari yang 7 dapat vaksin itu semua (gejala) ringan, kalau kita bagi level beratnya 1, 2, 3, dan 4. Nah, ini level 1 dan level 2, kebanyakan level 1, jadi nggak ada yang berat," kata Prof Kusnadi dalam konferensi pers Kementerian Kesehatan RI, Sabtu (23/1).


    Kenapa masih bisa terinfeksi COVID-19 padahal sudah divaksin?


    Sebelumnya, Prof Kusnadi menjelaskan bahwa kemungkinan mereka terinfeksi virus Corona saat daya tahan tubuhnya sedang turun. Terlebih Bandung merupakan zona merah COVID-19, sehingga risiko terkena penyakit tersebut pun menjadi besar.


    "Itu mungkin karena pertama kemungkinan daya tahan tubuh waktu itu dia itu sedang rendah dan juga jumlah virus yang masuk itu terlalu banyak kan Bandung zona merah, sehingga dia bisa terkena penyakit COVID," jelasnya.


    Selain itu, dalam kesempatan yang sama, Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PP PDPI), dr Erlina Burhan pun mengaku seseorang yang sudah disuntik vaksin Corona tetap bisa terkena COVID-19. Namun, gejala yang timbul tidak akan parah.


    "Memang risiko terjangkit COVID-19 ini akan tetap ada setelah diberikan vaksin, namun risikonya akan lebih rendah. Kalau pun terjangkit, gejala klinisnya juga ringan," ujar dr Erlina. (***).

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Berita Terbaru