Temuan Bayi Dalam Kantong Merah Gegerkan Warga Gusung Selayar

MEDIA SELAYAR. Masyarakat Gusung timur, Desa Bontolebang, digegerkan dengan penemuan bayi yang diperkirakan berusia sekitar 4-5 hari, Jumat sore (9/8/19).
Bayi berjenis kelamin perempuan tersebut ditemukan warga pinggir pantai, Desa Bontolebang, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar, dalam kantong plastik berwarna merah.
Diduga bayi tersebut dilahirkan tanpa bantuan bidan atau dokter, dikarenakan tali pusarnya masih melengket atau belum terpotong, seperti disampaikan oleh warga yang berada di tkp saat ditemukan.
Kasat Reskrim Polres Kepulauan Selayar, Iptu Arham Gusdiar, saat dikonfirmasi membenarkan penemuan bayi tersebut.
“Bayi tersebut sudah berada di rumah sakit KH. Hayung untuk dilakukan autopsi,” ujar Iptu Arham.
Sosok bayi tersebut ditemukan pertama kali oleh seorang perempuan warga setempat, sedang berada di pantai melihat kantong plastik yang didalamnya terdapat bayi perempuan, kemudian, perempuan tersebut melaporkan kepada kepala Dusun.
Selanjutnya kepala Dusun bersama warga setempat melaporkan ke Polres.
“Kami menunggu hasil Labfor Polda Sulsel untuk bahan penyidikan”.
Saat ini polisi sedang menyelidiki kasuspembuangan bayi ini. (*)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
Trending Now
-
MEDIA SELAYAR. Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Ujang Darmawan Hadi Saputra, SH.,S.IK.,MM.,M.IK, menghadiri buka puasa bersama yang dilaksana...
-
MEDIA SELAYAR – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi, getarannya...
-
MEDIA SELAYAR. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar meraih penghargaan Adipura Tahun 2023 dari Kementerian Lingkungan hidup dan Kehutanan ...
-
MEDIA SELAYAR - Kabupaten Kepulauan Selayar memiliki beragam budaya yang meliputi adat istiadat, kearifan lokal dan sejumlah karya kesenian...
-
Oleh: RM Gusti Haes Ketua Umum Jaringan Media Indonesia Raya (JAMIRA) Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka. Perjalanan panjang bangsa ...

