Selayar
Home » , , , , , , , » Ini Obrolan Dua Mantan Kadis PU Di Selayar

Ini Obrolan Dua Mantan Kadis PU Di Selayar

Penulis Media Selayar on Jumat, 22 Desember 2017 13.57.00

Ini Obrolan, Dua Mantan Kadis PU Di Selayar

MEDIA SELAYAR. Bicara tentang banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah di Benteng, Ibu Kota Kabupaten Kepulauan saat intensitas hujan tinggi, dua mantan Kadis PU daerah ini angkat bicara. keduanya adalah Ir.H. Andi Mappagau dan Ir.H. Maruf Tato. Perbincangan ini berlangsung saat sejumlah tempat di dalam kota Benteng terendam air hujan pada Jumat 22 Desember 2017.

Seperti yang terjadi didaerah ini, khsusunya Benteng sebagai ibu kota kabupaten, setiap hujan dengan intensitas tinggi maka beberapa tempat menjadi langganan banjir. Hal ini penyebabnya bukan murni karena kegagalan drainase akan tetapi karena lahan dimana ibu kota kabupaten ini berada, mulai tidak mampu menampung air karena memang daya serap tanahnya sudah mulai jenuh akibatnya celah resapan yang kurang.

Ya karena air yang datang ke Benteng saat hujan tinggi, sudah over intensitas. Mana air hujan langsung dan air kiriman dari bukit disebelah timur kota mengalir deras memasuki Benteng. Sambil memberi contoh salah satu aliran air gunung yang masuk kota Benteng di jalur dua atau dijalan Jenderal Ahmad Yani. Belum lagi sungai yang mengapit kota ini, jelas Ir. H. Andi Mappagau.

Air kiriman ini juga sangat besar perananannya membanjiri Benteng, karena daya serap dibukit tersebut telah kurang karena imbas perluasan kota ke arah timur. Akibatnya air mengalir deras dari atas bukit ke pinggir kota bagian timur hingga ke tengah. Baik melalui saluran drainase maupun melalui alur kerendahan tanah

Sementara itu drainase yang ada memang sudah kewalahan dan ada beerapa yang sangat perlu direhabilitasi dan dibangun ulang. Misalnya dengan menambah kedalaman dan lebarnya. Sehingga bisa menampung air hujan yang debitnya tinggi mengalir masuk ke saluran induk pembuangan.

Dan tidak dapat dipungkiri bahwa saluran pembuangan terakhir kita agak sedikit lebih rendah dari permukaan air laut. Contohnya dipintu drainase pembuangan yang ada dipanggiliang. Sehingga saat air pasang bersamaan dengan tingginya curah hujan maka dapat dipastikan air akan tersumbat alirannya dan meluber ke jalan dan pemukiman warga.

Dalam perbincangan keduanya yang membahas penyebab dan solusi banjir di kota Benteng, bila terjadi hujan intensitas tinggi, Ir. H. Andi Mappagau menjelaskan bahwa salah satu penyebabnya, ya karena mulai berkurangnya daya serap tanah dibukit sebelah timur kota ini. Belum lagi memang ada beberapa saluran drainase kota yang perlu pembenahan.

Sementara itu, Ir. H. Maruf Tato membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan bahwa beberapa perubahan desin saluran drainase sudah perlu dilaksanakan. Termasuk solusi memikirkan adanya saluran penyangga air bukit disebelah timur Benteng, agar bisa dialirkan ke dua sungai yang mengapit kota ini.

Saluran penyanga ini akan bermanfaat mengalihkan air kiriman ke dua muara sungai di utara dan selatan kota. Dan bila ini kemudian terlaksana maka diyakinkan bahwa Benteng akan terhindar dari banjir kiriman dari bukit sebelah timur Benteng.

Termasuk tentunya memperhatikan ketinggian saluran pembuangan akhir yang ada agar dibuat lebih tinggi dari permukaan air laut. Sehingga saat pasang air laut, tidak menyumbat keluarnya air disaluran tersebut, jelas H. Maruf.

Dari perbincangan keduanya, terungkap bahwa memang sebelumnya pernah ada design saluran penyangga yang diusulkan namun keburu keduanya pensiun dan berharap agar perencanaan tersebut tetap dilanjutkan dengan harapan Benteng bebas dari genangan air hujan dan banjir kiriman.

Dan perlu diketahui bahwa memang ada beberapa lokasi didalam kota Benteng adalah daerah rendah dan memang menjadi langganan digenangi air hujan bila intensitasnya tinggi. Sambil memberi contoh daerah-daerah yang memang adalah rawa dan bekas galian timbunan yang saat ini telah menjadi lokasi bangunan pemukiman warga.

Selain itu pentingnya kesadaran warga dalam menjaga lingkungan dan kebersihan agar sampah tidak menjadi penyumbat jalannya air ke drainase yang ada saat hujan deras dan berlangsung lama.

Ya namanya juga ngobrol, Kedua kadis ini pun berpisah usai membincangkan hal ini.


BACA JUGAJangan Lewatkan Paket Camping Akhir Tahun Di Pulau Selayar

0 KOMENTAR TRENDERS:

Posting Komentar

Terima Kasih Telah Berbagi Dengan Kami Di Redaksi Blog Media Selayar