MediaSelayar.Com | Medianya Orang Selayar 76 Tahun Kemerdekaan, Warga Kampung Jammeng Belum Tersentuh Listrik Negara dan Jaringan Seluler
  • Jelajahi

    Copyright © MediaSelayar.Com | Medianya Orang Selayar

    76 Tahun Kemerdekaan, Warga Kampung Jammeng Belum Tersentuh Listrik Negara dan Jaringan Seluler

    Media Selayar
    Rabu, 18 Agustus 2021, 00:57 WIB Last Updated 2021-08-17T16:57:48Z


    MEDIA SELAYAR
    . Perayaan 76 Tahun Kemerdekaan Indonesia sorak-sorai terdengar diseluruh penjuru negeri. Namun, kondisi sedikit berbeda dirasakan oleh warga kampung Jammeng, Desa Laiyolo Baru, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. 


    Pasalnya, masyarakat dikampung Jammeng hingga kini masih hidup ditengah berbagai keterbatasan. Warga kampung Jammeng belum pernah menikmati yang namanya listrik negara dan belum terjangkau sinyal telepon dan internet. 


    Untuk mencari sinyal telepon dan internet, warga harus mencari lokasi yang ada signal, yang jaraknya lima kilometer ke arah utara kampung Jammeng. 


    Sebagai kampung yang belum teraliri listrik PLN seperti daerah lainnya, selama ini warga disana hanya mengandalkan penerangan seadanya. Saat malam hari, mereka menggunakan tenaga surya, namun itu pun terbatas.


    Tak jarang, warga memenfaatkan lilin dan lampu teplok sebagai penerangan utama mereka sehari-hari.


    Janji pemerintah untuk memberi penerangan yang layak kepada masyarakat kampung Jammeng hingga saat ini belum terealisasi.


    "Di kampung kami ini tidak pernah ada listrik yang namanya PLN. Kalau malam hari anak-anak sekolah tidak bisa belajar dengan baik karna hanya menggunakan penerangan seadanya. Internet dan jaringan telepon juga tidak ada," kata Kepala Dusun Jammeng, Rudi Hartono, Selasa (17/8/2021).


    Selain persoalan listrik dan sinyal telepon, tingkat pendidikan di kampung Jammeng ini juga jauh tertinggal. Letak wilayahnya yang bisa dibilang terpencil membuat angka putus sekolah masih tinggi.


    Di kampung yang dihuni sekitar 80 kepala keluarga tersebut, banyak siswa memilih tidak melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA. Faktor ekonomi menjadi salah satu penyebabnya.


    Akses jalan dari kampung Jammeng ke pusat kota juga dirasakan sulit oleh warga. Mereka terlebih dulu harus melalui jalan yang cukup terjal melewati perbukitan.


    "Anak-anak sekolah kami hanya bisa sampai di SMP karna untuk akses ke kota itu jauh, kemudian keterbatasan ekonomi juga sehingga mereka kebanyakan tidak bisa menempuh jenjang sekolah yang lebih tinggi," lanjut Rudi.


    Kampung Jammeng memang membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah. Terlebih, Dusun yang berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat ibu kota Kabupaten itu pernah dinobatkan sebagai daerah wisata pada 16 Oktober 2003 silam.


    "Kami memohon kepada Bapak Presiden Jokowi, tolong bantu kampung kami untuk penerangan PLN dan sinyal telepon," tutup Rudi. (R).

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Berita Terbaru