MediaSelayar.Com | Medianya Orang Selayar SMKN 7 Selayar Wujudkan "One SMK, One Product"
  • Jelajahi

    Copyright © MediaSelayar.Com | Medianya Orang Selayar

    SMKN 7 Selayar Wujudkan "One SMK, One Product"

    Rabu, 21 April 2021, 11:51 WIB Last Updated 2021-04-21T11:34:00Z


    MEDIA SELAYAR.
    Sebagai bentuk komitmen dalam mewujudkan "One SMK, One Product", SMK Negeri 7 Selayar mengadakan kegiatan praktek fermentasi pupuk organik ramah lingkungan bagi siswa program kompetensi keahlian Agribisnis Ternak Ruminansia.


    Hal ini disampaikan oleh Kepala SMKN 7 Selayar, Noer Kamal S. Kom., saat dikonfirmasi oleh Pewarta, pada Rabu (21/4).


    Noer Kamal mengatakan fermentasi pupuk organik merupakan program SMKN 7 Selayar bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Ketahangan Pangan Kepulauan Selayar, untuk mengembangkan potensi peserta didik, agar bisa menghasilkan satu produk unggulan yang berkelanjutan.


    "Upaya untuk menghasilkan sebuah produk inovasi akan terus kami lakukan, salah satunya adalah produk pupuk organik ramah lingkungan, bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Ketahangan Pangan Kepulauan Selayar yang bertindak sebagai guru tamu atau pendamping", kata Noer Kamal.


    Kamal menjelaskan, pembelajaran dengan menghadirkan guru tamu atau pendamping seperti itu disebut Program Teaching Factory.


    Namun karena SMKN 7 ini berada di Pulau yang terpisah dengan daratan Sulawesi Selatan, dan belum ada Industri peternakan yang dikelola secara profesional, maka kita bekerjasama dengan instansi terkait, jelasnya. 


    Noer Kamal ingin produk-produk hasil praktek siswanya ini bisa menjadi identitas dan ciri khas sekolah yang dipimpinnya saat ini. 


    Lebih lanjut, menurut Kamal, produk hasil praktek dari siswa program keahlian Agribisnis Ternak Ruminansia ini, memiliki potensi yang sangat besar di masyarakat. Dimana masyarakat di sekitar lingkungan sekolah, mayoritas petani dan peternak.


    "Pembuatan produk pupuk kompos ramah lingkungan, sesungguhnya merupakan program yang terkoneksi dan terintegrasi dengan aktivitas sehari-hari masyarakat sekitar lingkungan sekolah. Sehingga bahan baku untuk menghasilkan produk ini, sangat gampang didapatkan", jelas Noer Kamal.


    Sementara itu, Penyuluh Kabupaten Datulangi, S. ST., yang bertindak sebagai pendamping siswa SMK 7 Selayar, kepada Pewarta mengatakan kegiatan itu dilaksanakan guna meningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa tentang cara pembuatan pupuk organik ramah lingkungan.


    "Untuk tahap awal, kami bersama Koordinator Penyuluh Kec. Bontomatene, ibu Marhum, S.Pt., hanya memberikan materi tentang cara pembuatan pupuk ramah lingkungan dengan memanfaatan limbah organik", kata Datulangi.


    Terlebih dahulu, kami ingin membangun semangat para siswa ini, agar memiliki kreatifitas, serta mampu melihat potensi atau bahan-bahan disekitar lingkungan mereka, yang bisa digunakan untuk membuat pupuk organik.


    "Karena ini program yang berkelanjutan, kedepannya kita bisa lebih meningkatkan lagi kualitas produk yang dihasilkan, melalui proses pelatihan teknis peningkatan mutu produksi", ucap Datu. 


    Yang pastinya, kami sebagai Penyuluh akan selalu hadir memberikan pendampingan kepada siswa program kompetensi keahlian Agribisnis Ternak Ruminansia, SMKN 7 Selayar, pungkas Datulangi. (Tim) 

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Berita Terbaru