MediaSelayar.Com | Medianya Orang Selayar Bom Makassar Merupakan Aksi Teror ke-552 di Indonesia Sejak Tahun 2000
  • Jelajahi

    Copyright © MediaSelayar.Com | Medianya Orang Selayar

    Bom Makassar Merupakan Aksi Teror ke-552 di Indonesia Sejak Tahun 2000

    Senin, 29 Maret 2021, 20:17 WIB Last Updated 2021-03-29T12:17:29Z


    MEDIA SELAYAR.
    Aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, pada hari Minggu 28 Maret 2021, sekitar pukul 10.20 Wita, merupakan aksi teror ke-552 di Indonesia sepanjang tahun 2000-2021.


    Hal ini disampaikan oleh Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Jaleswari Pramowardhani, melalui keterangan tertulisnya, pada Minggu (28/3), mengatakan berdasarkan hasil kajian Tim Lab45, serangan bom bunuh diri di Makassar merupakan aksi teror ke 552 di Indonesia.


    Tindakan biadab yang terjadi di Makassar itu, telah menambah daftar panjang aksi teror di Indonesia dalam kurun 2020-2021. Tragedi tersebut pun mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan menciptakan suasana teror di masyarakat.


    Atas kejadian ini, Jaleswari berjanji bahwa Pemerintah akan memberikan perhatian kepada seluruh korban dan keluarga korban, dengan berupaya memberikan pelayanan maksimal terkait perawatan medis, perlindungan dan pemulihan lainnya melalui layanan publik pada Kementerian dan Lembaga terkait.


    Sementara itu, terhadap jaringan pelaku dan pihak-pihak yang terlibat dalam aksi teror ini, Pemerintah akan berupaya keras mengusut tuntas, serta menghukumnya sesuai aturan yang berlaku. 


    "Aparat penegak hukum tidak akan membiarkan individu atau kelompok manapun yang terlibat dalam aksi serangan ini terbebas dari tuntutan hukum", tegas Deputi V Kantor Staf Presiden ini. 


    Olehnya itu, Jaleswari Pramowardhani meminta agar masyarakat mempercayakan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum.


    Sementara sebelumnya, Presiden Joko Widodo dalam konferensi pers virtual, pada Minggu (28/3), mengutuk keras aksi terorisme yang terjadi pada Minggu pagi, 28 Maret 2021 di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan.


    Jokowi langsung memerintahkan Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengusut tuntas jaringan-jaringan pelaku dan membongkar jaringan itu sampai ke akar-akarnya.


    "Saya minta masyarakat agar tetap tenang menjalankan ibadah karena negara menjamin keamanan umat beragama untuk beribadah tanpa rasa takut", jelas Jokowi.


    Presiden Jokowi pun memastikan aksi terorisme yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, tidak berkaitan dengan sebuah agama. (***)

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Berita Terbaru