MediaSelayar.Com | Medianya Orang Selayar Banjir Makassar, Ratusan Warga Biringkanaya dan Manggala Mengungsi
  • Jelajahi

    Copyright © MediaSelayar.Com | Medianya Orang Selayar
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Banjir Makassar, Ratusan Warga Biringkanaya dan Manggala Mengungsi

    Media Selayar
    Rabu, 23 Desember 2020, 15:05 WIB Last Updated 2020-12-23T07:07:59Z

    MEDIA SELAYAR
    . Sekitar 700an warga yang terdampak banjir di kecamatan Biringkanaya dan Manggala Makassa terpaksa mengungsi. Ratusan warga ini mengungsi karena rumah terkena banjir. 

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar Muhammad Rusly menyebut  wilayah banjir yang terparah berada di Kecamatan Manggala, Romang Tangaya dan Perumnas Antang blok 8 dan blok 10. 

    “Kurang lebih 700 jiwa, sekitar 100 KK. Sudah dievakuasi. Di tiga tempat itu,” ujarnya di Posko Covid-19, Rujab Wali Kota Makassar. Terparah di Romang Tangaya. Karena memang di situ kan setiap tahun memang begitu ketinggiannya,” ujar Rusly, Rabu (23/12)

    Pasalnya, ketinggian air di wilayah tersebut sekitar 60 – 80 cm, bahkan ada yang mencapai hingga 1 meter lebih. Saat ini, warga mengungsi di masjid sekitar tempat tinggal mereka. Rusli mengatakan penyebab banjir diwilayah tersebut, karena adanya aliran sungai di belakang perumahan warga yang meluap ke permukiman warga.

    “Setiap tahun kan memang ini daerah titik banjir. Jadi setelah saya menganalisa, di Kodam 3 itu adanya sungai dari Maros, di Romang Tangaya ada anak sungai dari Kabupaten Gowa. Saya tidak tahu apakah itu tempatnya lewat air sungai dibangun rumah atau bagaimana, yang jelas pengamatan saya di lapangan ya begitulah kondisinya,” jelasnya.

    Rusly mengatakan sejak 2018 Pemerintah telah membangun waduk nipa-nipa untuk meminimalisir banjir. Namun, upaya pemerintah dianggap belum dapat menyelesaikan masalah banjir hingga saat ini.

    “Alhamdulilah sudah dibangun waduk Nipa-nipa dan memang terbukti sudah efektif untuk mengurangi luasan dari banjir. Tetapi debit air di waduk juga cukup tinggi,”ungkapnya.

    Kendati demikian, Rusly mengatakan langkah antisipasi yang dilakukan BPBD Kota Makassar saat ini, yakni menurunkan personel untuk mengevakuasi warga yang terdampak banjir di wilayah tersebut ketempat yang lebih aman.

    “Bersinergi dengan dinas sosial untuk membangun dapur untuk makanannya dan untuk supaya tidak terkena penyakit kita bersinergi dengan Dinas Kesehatan. Protokol kesehatan bagi pengungsi tetap dijalankan. Bahkan kita bagikan masker. Di mana-mana protkes yang diutamakan,” tandasnya. (***)
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Berita Terbaru