Home
MEDIA SELAYAR
Warga Borong-Borong Yang Terkonfirmasi Positif Corona Belum Diisolasi, Ini Penjelasan Jubir Gugus Tugas Covid-19 Selayar
Warga Borong-Borong Yang Terkonfirmasi Positif Corona Belum Diisolasi, Ini Penjelasan Jubir Gugus Tugas Covid-19 Selayar

MEDIA SELAYAR. Seorang warga Borong-borong, Desa Mekar Indah diinformasikan terkonfirmasi positif COVID-19 berdasarkan hasil uji SWAB Laboratorium PCR di Makassar. Hal ini diketahui pada Rabu (29/7) kemarin.
Sayangnya karena pernyataan adanya warga terkonfirmasi positif corona ini tidak diketahui secara resmi dari Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kepulauan Selayar yang dalam dua pekan terakhir ini terpantau vakum dari aktivitas seperti sebelumnya.
Dari hasil pengumpulan informasi di Borong-borong pada Sabtu (1/8) siang, sejumlah warga yang dimintai komentar mengaku resah dengan beredarnya info ini. Mereka meminta kepada Pemerintah terkait untuk turun melakukan pemantauan dan melakukan isolasi kepada warga tersebut.
Ya, Pak, kami disini sebenarnya sudah khawatir karena tahu kalau ada yang positif, masyarakat sangat resah, apalagi yang bersangkutan masih terus berkeliaran, ujar sumber yang merupakan warga Borong-borong.
"Tim GTPP Covid-19 sampai saat ini belum melakukan penjemputan terhadap warga yang dinyatakan positif covid-19 ini, kami heran juga", katanya.
Kepala PKM Buki, Burhanuddin saat dikonfirmasi Pewarta, membenarkan hal ini. Ia menyebut memang ada seorang warga Desa Mekar Indah dinyatakan positif berdasarkan hasil swab dan tes PCR laboratorium di Makassar.
"Yang bersangkutan diambil sampel swabnya itu pada hari Minggu (26/7), dan keluar hasilnya tes PCRnya pada hari Rabu (29/7) sore", kata Burhan.
Dan kami langsung melakukan koordinasi dengan Tim GTPP Covid-19 Kabupaten Kepulauan Selayar, lanjutnya.
Sementara itu Jubir Tim GTPP Covid-19 Kepulauan Selayar, dr. H. Husaini saat dikonfirmasi mengatakan bahwa berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan, yang bersangkutan ini dianjurkan untuk melakukan isolasi mandiri.
"Pada prinsipnya pasien terkonfirmasi COVID-19 yang tanpa gejala tidak memerlukan rawat inap di Rumah Sakit, tetapi pasien harus menjalani isolasi selama 10 hari sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi, baik isolasi mandiri di rumah maupun di fasilitas publik yang dipersiapkan pemerintah", kata dr. Husaini.
Isolasi ini penting untuk mengurangi tingkat penularan yang terjadi di masyarakat. Pasien yang menjalani isolasi harus menjalankan aturan-aturan terkait PPI dan dilakukan monitoring secara berkala baik melalui kunjungan rumah maupun secara telemedicine oleh petugas FKTP. (Tim).
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
Trending Now
-
MEDIA SELAYAR. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar meraih penghargaan Adipura Tahun 2023 dari Kementerian Lingkungan hidup dan Kehutanan ...
-
MEDIA SELAYAR. Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Ujang Darmawan Hadi Saputra, SH.,S.IK.,MM.,M.IK, menghadiri buka puasa bersama yang dilaksana...
-
MEDIA SELAYAR – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi, getarannya...
-
JAKARTA, Industri perjalanan Umrah Indonesia mulai melihat desa sebagai ruang baru untuk membangun pasar, bukan sekadar sebagai sumber calo...
-
JAKARTA ■ MEDIA SELAYAR — Ketua Umum Lembaga Investigasi Negara (LIN) Gus Robi Irawan Wiratmoko mendesak Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) seg...

