MediaSelayar.Com | Medianya Orang Selayar Polisi Status PDP Covid-19 Meninggal Dunia Di RS Bhayangkara Makassar
  • Jelajahi

    Copyright © MediaSelayar.Com | Medianya Orang Selayar
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Polisi Status PDP Covid-19 Meninggal Dunia Di RS Bhayangkara Makassar

    Media Selayar
    Rabu, 06 Mei 2020, 14:37 WIB Last Updated 2020-05-06T06:44:23Z
    selayar
    MEDIA SELAYAR. Seorang Perwira Pertama Polisi di Polrestabes Makassar, meninggal Dunia. Almarhum IPDA MAT (singkatan dari namanya) meninggal dunia di RS Bhayangkara Makassar, pada Minggu (3/5) dini hari.

    Perwira pertama Polrestabes Makassar Ipda MAT (53) meninggal dunia di RS Bhayangkara Makassar berstatus Pasien dalam Pengawasan (PDP) virus Corona (COVID-19).

    Kasubag Humas Polrestabes Makassar Kompol Edi Supriadi mengatakan, almarhum meninggal dunia di RS Bhayangkara pada pukul 22.50 Wita, Minggu malam (3/5). Jenazah telah dimakamkan dengan prosedur standar COVID-19 di pekuburan khusus Macanda, sekitar pukul 03.00 Wita, Senin dini hari (4/5/2020).

    "Jajaran Polrestabes sangat kehilangan atas meninggalnya almarhum, informasi yang kami terima beliau memang sudah sering dirawat karena penyakitnya sejak sebelum ada wabah Corona," ujar Edi saat dimintai konfirmasi, Senin (4/5/2020).

    Edi mengungkapkan pelacakan kontak fisik pun telah dilakukan, Baik di lingkungan tempat tinggal MAT di Asrama Polisi Toddopuli, maupun di lingkungan kerjanya di Mapolrestabes Makassar.

    "Kami akan lakukan proses sterilisasi dan pemeriksaan pada personel yang pernah bertemu almarhum sebelum dirawat," ujar mantan Kapolsek Rappocini ini.

    Sementara, menurut Kepala RS Bhayangkara Kombes Dr Farid Amansyah, almarhum dirawat di RS Bhayangkara sejak 29 April lalu dengan gejala klinis PDP. RS Bhayangkara yang termasuk rumah sakit penyangga COVID-19 di Sulsel, telah merawat 102 PDP dan 17 pasien positif COVID-19.

    "Dari 17 pasien positif 7 orang dinyatakan sembuh, sehingga angka kesembuhan di RS Bhayangkara 41,18 persen," ungkap perwira polisi yang juga dokter spesialis penyakit dalam ini. (***)
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Berita Terbaru