Amien Rais: Kabinet Indonesia Maju Tidak Perlu Buru-buru Dikritik

Iklan Semua Halaman


Header Menu

Amien Rais: Kabinet Indonesia Maju Tidak Perlu Buru-buru Dikritik

RM-01
Senin, 28 Oktober 2019
       Amien Rais: Kabinet Indonesia Maju Tidak Perlu Buru-buru Dikritik

MediaSelayar.Com ■ Tokoh reformasi Amien Rais mengaku, untuk sementara masih menahan diri melontarkan kritik terhadap kabinet Presiden Joko Widodo jilid II atau Kabinet Indonesia Maju.

"Sementara ini saya masih menahan diri, karena saya harus fair, harus sportif. Berikan dulu waktu untuk konsolidasi dan lain-lain. Kalau ternyata sudah enam bulan 'jebulnya' tidak bisa apa-apa, nanti kita buat perhitungan," kata Amien seusai menjadi pembicara dalam kajian dengan tema "Islam dan Komunis (bahaya laten komunis)" di Masjid Jami Karangkajen, Yogyakarta, pada Minggu malam (27/10).

Menurut Amien, Kabinet Indonesia Maju tidak perlu buru-buru dikritik. Kabinet yang baru saja dibentuk Presiden Joko Widodo itu perlu diberi waktu untuk merealisasikan cita-cita yang dijanjikan enam bulan hingga satu tahun ke depan.

"Jangan belum apa-apa ini (dianggap) kabinet yang tidak profesional, kabinet carut marut, kabinet yang membuat banyak problem tidak nendang, dan lain-lain," kata dia.

Namun, apabila setelah batas waktu tersebut ternyata tidak kunjung menunjukkan mutu sesuai cita-cita yang dijanjikan maka perlu dikritik.

"Kalau jelas tidak bermutu tidak sesuai cita-cita yang dijanjikan maka mengapa tidak lantas kita mengambil peran yang lebih nyata lagi supaya 'dijewer' kalau sampai tidak 'deliver'. Tidak 'deliver' artinya tidak melaksanakan janji-janjinya itu," kata Amien.

Mengenai masuknya Prabowo Subianto dalam Kabinet Indonesia Maju, Amien mengaku tidak merestui, juga tidak menentangnya. "Kalau saya bapaknya Prabowo, saya merestui. Saya enggak merestui, tidak menolak, tidak melawan juga," kata Amien. (**)