Pengaturan Antrian Kendaraan Muatan Kapal Feri di Penyeberangan Selat Selayar Dinilai Pilih Kasih

Iklan Semua Halaman


Header Menu

Pengaturan Antrian Kendaraan Muatan Kapal Feri di Penyeberangan Selat Selayar Dinilai Pilih Kasih

Media Selayar
Jumat, 23 Agustus 2019
Tentang Keluhan Pelayanan Antrian Kendaraan Muatan Kapal Feri, di Penyeberangan Selat Selayar
Fhoto  : Illustrasi Antrian Kendaraan Masuk Kapal Feri
MEDIA SELAYAR. Sejumlah keluhan pengguna jasa penyeberangan kapal feri di Selat Selayar terkait pelayanan pengelola kembali disuarakan. Diantaranya penggunaan nomor antrian kendaraan yang akan naik ke atas kapal dinilai pilih kasih. Misalnya dengan mendahulukan nomor antrian baru, sementara nomor antrian sebelumnya belum dinaikkan tanpa alasan yang jelas.

Kondisi ini disuarakan oleh warga pengguna jasa penyeberangan dan dari apa yang disuarakan sepertinya terkesan pilih kasih. Suara mereka ini diposting dalam akun media sosial grup Wajah Selayar. yang isinya seperti fhoto screen dibawah ini,

Tentang Keluhan Pelayanan Antrian Kendaraan Muatan Kapal Feri, di Penyeberangan Selat Selayar


Tentang Keluhan Pelayanan Antrian Kendaraan Muatan Kapal Feri, di Penyeberangan Selat Selayar

Postingan ini menarik perhatian Pewarta Selayar karena diberi judul " Permisi numpang curhat terkait pelayanan terkhusus para aparatur armada pelabuhan selayar... " tulis postingan tersebut.

Menanggapi postingan diatas, Kepada Pewarta, Aulia Ahmad, Supervisi PT. ASDP Pamatata Selayar, Jumat (23/8) menjelaskan bahwa pasca kejadian kecelakaan KM Lestari Maju, maka semua aturan diketatkan. Termasuk muatan juga dibatasi agar kapal berimbang dan rata. Dan kalau sudah cukup, maka Kami tidak bisa lagi menambah muatan, jelas Aulia. 

Tidak ada yang pilih kasih, karena pelaksanaannya sudah sesuai antrian, dan kalau ada yang seperti itu, tolong disampaikan pada saat itu juga, agar kita segera mengetahui sebagai petugas. 

Selanjutnya apa yang diduga ada pungli, itu juga tidak benar, karena kami menyiapkan uang recehan untuk kembalian di loket tiket. Dan yang terjadi biasa ada pengguna jasa yang punya kelebihan uang kadang tidak menunggu kembaliannya, biasa dari keluarga dari petugas loket tiket. Itu juga kami tidak bisa paksa dan hal mengenai pungli, itu tidak benar, tegas Aulia. (*)