Pariwisata Kepulauan Selayar Mulai Menarik Minat Investor Asing

Iklan Semua Halaman


Header Menu

Pariwisata Kepulauan Selayar Mulai Menarik Minat Investor Asing

Media Selayar
Jumat, 26 Juli 2019
Pariwisata Kepulauan Selayar Mulai Menarik Investor Asing

MEDIA SELAYAR ■ Selain dari Batam, ternyata pariwisata Pulau Selayar mulai diminati oleh investor asing, terutama dari Taiwan. Hal ini terungkap dalam dialog Forum Investasi Bisnis Indonesia (IIBF) yang berlangsung di Taipei dan Hsinchu, Taiwan pada 22-25 Juli 2019.

"Memang, ada beberapa teman yang tertarik untuk berinvestasi di sektor pariwisata di Sulawesi Selatan, termasuk kepulauan Selayar. Tapi itu masih dalam tahap perencanaan, karena tentu saja studi yang lebih matang dan survei diperlukan," kata Direktur Eksekutif Departemen Pengembangan Pasar, Dewan Pengembangan Perdagangan TAITRA (Taiwan Eksternal), James KJ Chen dalam dialog bisnis dengan media, sebagaimana dirilis Kantor Berita JBN, jaringan media group MEDIA SELAYAR di Jakarta, hari ini (26/07) .

James mengakui bahwa Indonesia adalah Tanah yang Menjanjikan untuk investasi jangka panjang dan sekarang saatnya untuk berinvestasi di Indonesia.

Menurut James K.J. Chen dalam Forum Bisnis Investasi Indonesia (IIBF) sebagai bagian dari Forum Kemitraan Investasi Strategis India Taiwan Taiwan yang diadakan di Taipei dan Hsinchu, Taiwan, ada banyak hal yang dapat dilakukan oleh program kerjasama untuk dibagikan.

Sebelumnya, delegasi BP Batam berkesempatan mengunjungi perusahaan Pegatron yang telah membuka salah satu lini produknya di Batam yang diresmikan pada 9 Juli 2019.

Grup ini diterima oleh Chief Financial Officer dan staf Charles Lin. Charles Lin menyatakan bahwa alasan memilih Indonesia untuk mengembangkan bisnis Pegatron adalah karena Indonesia memiliki sumber daya yang baik dan juga waktu yang tepat bagi Pegatron untuk berinvestasi.

"Jika iklim bisnis di Batam cukup kondusif, dan biaya logistik cukup kompetitif, maka ada kemungkinan fasilitas di Batam dapat sebesar fasilitas Pegatron di Shanghai atau Suzhou, di mana kapasitas produksi dapat menciptakan lapangan kerja hingga 50.000 pekerja , "jelasnya.

Direktur Promosi dan Hubungan Masyarakat BP Batam Dendi Gustinandar mengapresiasi bisnis investasi forum ini.

Dia menyatakan bahwa hasil forum menerima tanggapan positif dari salah satu asosiasi di Taiwan di bidang Listrik & Elektronik, dan berjanji untuk membawa sekelompok pengusaha Taiwan untuk mengunjungi Batam pada awal September tahun ini.

"Hasil pertemuan dengan perusahaan terbesar di Taiwan yang memproduksi perangkat pintar, juga tertarik berinvestasi di Batam dan akan melakukan kunjungan ke Batam untuk melihat langsung iklim investasi di Batam," tambahnya.

Ia optimis jika investasi di Batam terwujud, hal itu akan mendorong perekonomian Batam untuk menjadi lebih antusias sehingga pertumbuhan ekonomi di Batam diperkirakan akan kembali melebihi pertumbuhan ekonomi nasional.

Truman Jr