MediaSelayar.Com | Medianya Orang Selayar Andi Akbar Meninggal di RSUD KH. Hayyung Selayar
  • Jelajahi

    Copyright © MediaSelayar.Com | Medianya Orang Selayar

    Andi Akbar Meninggal di RSUD KH. Hayyung Selayar

    Media Selayar
    Senin, 18 Oktober 2021, 11:14 WIB Last Updated 2021-10-18T03:14:01Z


    MEDIA SELAYAR
    . Hari ke lima setelah dirawat diruang rawat inap perawatan Kenari kamar 3, RS. KH. Hayyung Selayar, pasien anak atas nama Andi Akbar Sibunna (14) akhirnya meninggal dunia dipangkuan orang tuanya, M. Risal Sibunna pada Minggu (17/10) pukul 20.10 Wita. 


    Andi Akbar meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit paru - paru basah yang dideritanya. Ia dirawat dirumah sakit RS KH. Hayyung dengan BPJS kelas tiga. 


    Almarhum ditempatkan diruangan rawat inap yang sementara dijadikan sebagai tempat menumpuk tempat tidur, yang panas tanpa pendingin ruangan dan kamar kecil yang jorok tanpa penerangan. 


    Risal Sibunna, orang tua (Alm) Andi Akbar, dengan wajah sedih menjelaskan kalau Ia mendapat penyampaian anaknya akan dirujuk ke Makassar pada hari ke 3 perawatan. Alasan anaknya akan dirujuk karena peralatan operasi di RS. KH. Hayyung yang diragukan dan disebut tidak lengkap. Hal ini disampaikan ke Rizal oleh tenaga medis dirumah sakit. 


    Rizal selanjutnya menceritakan kalau kemudian anaknya batal dirujuk untuk pengobatan karena menurut informasi yang diterimanya dari tenaga medis dirumah sakit Selayar, belum ada rumah sakit di Makassar yang siap menerima karena penuh. 


    Info yang diterima pada Sabtu (16/10) siang, sudah 5 rumah sakit di Makassar yang telah dihubungi namun ke 5 rumah sakit di Makassar tersebut belum memberi jawaban. 


    Upaya merujuk ke Makassar pupus setelah Andi Akbar kemudian menghembuskan nafasnya pada Minggu (17/10) malam. 


    Risal Sibunna hanya bisa bersedih ditinggal putranya, Ia menyebut kemungkinan anaknya bisa selamat kalau  penanganannya bisa lebih cepat. Namun Ia pasrah, dan menyerahkan sepenuhnya kepada Yang Kuasa. 


    Sedikit berguman Ia menyebut mungkin karena kelas tiga ji kodong sampai anakku terlambat penanganan. (Tim). 


    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Berita Terbaru