MediaSelayar.Com | Medianya Orang Selayar Gempa Bumi Tektonik Magnitudo 7,1 Di Laut Filipina, Tidak Berpotensi Tsunami
  • Jelajahi

    Copyright © MediaSelayar.Com | Medianya Orang Selayar

    Gempa Bumi Tektonik Magnitudo 7,1 Di Laut Filipina, Tidak Berpotensi Tsunami

    Kamis, 21 Januari 2021, 22:27 WIB Last Updated 2021-01-21T14:53:38Z


    MEDIA SELAYAR. Wilayah Laut Filipina diguncang gempa tektonik, dengan Magnitudo 7.1, hari ini, Kamis (21/1) pukul 21.23.08 WIT.


    Analisa BMKG, episenter gempa terletak pada koordinat 4,94 LU dan 127,44 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 132 km arah Timur Laut Kota Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara pada kedalaman 119 km.


    Kepala Stasiun Geofisika Ternate Andri Wijaya Bidang, S.Si., M.Si, dalam rilis resmi mengatakan, mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (Thrust Fault).


    "Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Filipina", kata Andri. 


    Andri Wijaya melanjutkan bahwa guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Melonguane, Tahuna, Ondong IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), Manado, Bitung III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).


    Begitupun di Galela , Gorontalo, Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), Bolaang Uki II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang), Ternate, Sofifi, Halmahera Tengah I-II MMI (Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang) . 


    "Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini Tidak Berpotensi Tsunami", katanya. 


    Lebih lanjut, Andri Wijaya Bidang menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.


    "Kami menghimbau kepada masyarakat agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah", ucap Andri.  


    Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg, jelas Andri Wijaya (*)


    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Berita Terbaru