MediaSelayar.Com | Medianya Orang Selayar Kebutuhan Air Tawar Adalah Derita Berkepanjangan, Seribu Lebih Warga Pulau Tarupa
  • Jelajahi

    Copyright © MediaSelayar.Com | Medianya Orang Selayar
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Kebutuhan Air Tawar Adalah Derita Berkepanjangan, Seribu Lebih Warga Pulau Tarupa

    Media Selayar
    Senin, 28 September 2020, 13:38 WIB Last Updated 2020-09-28T05:56:19Z

    MEDIA SELAYAR. Seribu orang lebih warga pulau Tarupa Kecamatan Takabonerate Kabupaten Kepulauan Selayar alami krisis air bersih kebutuhan konsumsi dan MCK berkepanjangan.

    Krisis air bersih ini bukan karena faktor musim kemarau, namun memang di desa ini tidak ada sumber air tawar.

    Pernah mendapat bantuan penyulingan namun tidak bertahan lama. Dan hingga saat ini krisis air tawar bagi ribuan warga Pulau Tarupa adalah derita berkepanjangan.

    Untuk mendapatkan air bersih kebutuhan mandi cuci dan kakus, warga harus mencari air dilubang lubang bekas galian pasir di sebelah selatan pulau ini. Selain itu, warga mengakali dengan menampung air hujan di saat musim hujan dengan tandon dan jiregen serta peralatan seadanya.

    Warga akan semakin merasakan penderitaan karena air tawar saat musim kemarau dan mereka harus mengeluarkan uang membeli air tawar yang dibawa pedagang ke pulau ini seharga 30 hingga 35 ribu per jiregen 25 liter.

    Warga yang mampu, masih bisa mencari jalan keluar dengan membeli air tawar, namun bagi warga miskin, hal ini tidak berlaku. Kadang mereka harus mengkonsumsi air hujan dan air payau dari galian yang sudah jelas tidak sehat dan kotor.

    Kondisi ini sudah terjadi selama puluhan tahun dan belum ada satupun program pemerintah yang menyentuh meringankan penderitaan warga pulau Tarupa dalam hal pemenuhan kebutuhan air bersih.

    Memang ada warga yang berupaya menggali sumur, namun air yang muncul adalah air asin, paling banter payau dan tidak layak konsumsi.

    Suara sumbang salah soerang tokoh warga Tarupa yang meminta perhatian atas hal ini adalah " Semua hanya berjanji saja Pak, mulai Pileg, Pilkada, Pilgub, Pilpres saat menjelang pasti ada yang datang janji, dan kalau sudah selesai tidak ada lagi muncul membuktikan janji mereka ", ujar salah seorang warga. (Tim).
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Berita Terbaru