MediaSelayar.Com | Medianya Orang Selayar GTPP COVID-19 Selayar Belum Pernah Laksanakan Rapid Test Massal, Begini Penjelasan Jubir
  • Jelajahi

    Copyright © MediaSelayar.Com | Medianya Orang Selayar
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    GTPP COVID-19 Selayar Belum Pernah Laksanakan Rapid Test Massal, Begini Penjelasan Jubir

    Media Selayar
    Selasa, 26 Mei 2020, 20:12 WIB Last Updated 2020-05-26T12:12:42Z
    GTPP COVID-19 Selayar Belum Pernah Laksanakan Rapid Test Massal, Begini Penjelasan Jubir

    MEDIA SELAYAR
    . Hingga hari Selasa 25 Mei 2020, penyebaran virus Corona masih terus bertambah secara nasional, hingga menembus jumlah 23. 165 terkonfirmasi positif. Hal ini membuktikan bahwa penyebaran virus berbahaya ini masuh terus massif.

    Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kabupaten Kepulauan Selayar, dr. H. Husaini Husain M.Kes kepada Pewarta beberapa waktu lalu menjawab bahwa saat ini GTPP COVID-19 Selayar masih fokus untuk melakukan evaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan. 

    Termasuk melakukan pantauan kepada ratusan orang dari zona merah yang saat ini berada di Kabupaten Kepulauan Selayar, jelas dr. H. Husaini.

    Ditanya mengenai bagaimana bisa mengetahui lebih cepat ada yang terpapar tanpa ada upaya melakukan pencarian, misalnya dengan kegiatan rapid test massal di Selayar, seperti daerah tetangga melakukannya, dr. H. Husaini menjawab bahwa kita masih sebatas melakukan rapid kepada orang beresiko seperti sopir dan karnet yang tiba melalui pelabuhan Pamatata.  

    Kalau yang massal kita masih evaluasi dulu jawab dr. Husaini yang kemudian melanjutkan bahwa di Selayar belum ada transmisi lokal, sehingga kita tampung tenaga saja dulu, dengan melakukan upaya-upaya pencegahan dan antisipasi hal-hal yang dapat menjadi pemicu penyebaran, jelasnya. 

    Makanya kita perketat pintu masuk. Pintu masuk dulu kita jaga. Karena indikasi rapid massalkan kalau sudah ada ada transmisi lokal, jelasnya. 

    Menjaga interaksi jauh lebih efektif dari rapid test. Rapid test hanya bisa menyaring sampai 50 %, karena nanti hari ke tujuh dari keterpaparan baru bisa terdeteksi, jelasnya lagi.

    Mengenai kesiapan Pemerintah menghadapi kemungkinan terburuk terkait penyebaran COVID-19 di daerah ini, dr. H. Husaini menjawab " Insya Allah kita siap. Sekarang kita masih cukup anggaran, cuma permasalahannya kapan berakhirnya ini keadaan, sehinga kita bisa memprediksi kemungkinan didaerah kita ini, 

    Soalnya sudah banyak melakukan pelonggaran padahal kasusnya belum melandai. Seperti kota Makassar umpamanya secara teori belum bisa melakukan pelonggaran tapi Saya dengar sudah mulai dilakukan pelonggaran secara bertahap padahal keberhasilan kota Makassar menangani covid berimbas ke Selayar, lanjutnya.

    Kita di Selayar menerapkan strategi penanganan fokus ke memutus mata rantai penyebaran dari luar makanya kita berdoa dan berusaha keras untuk mencegah terjadinya transmisi lokal dengan memperkuat surveilance dan pembatasan Interaksi. 

    Kita masih beruntung dari kejadian 2 kasus kemarin karena kita masih berhasil menemukan secara dini penderitanya. Seandainya tidak maka kemungkinan terburuk adalah akan terjadi transmisi lokal yang akan sangat susah dikendalikan, pungkasnya. (Lo2)
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Berita Terbaru