DKP Selayar Gelar Pelatihan Budidaya Perikanan Air Payau

Header Menu

MEDIASELAYAR.COM | MEDIANYA ORANG SELAYAR
Cari Berita

Advertisement


DKP Selayar Gelar Pelatihan Budidaya Perikanan Air Payau

Media Selayar
Kamis, 08 Agustus 2019

DKP Selayar , Gelar Pelatihan Budidaya Perikanan Air Tawar

MEDIA SELAYAR. Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Kep. Selayar gelar Pelatihan Pendampingan Usaha Kelompok Pembudidaya Ikan Air Laut, Air Tawar dan Air Payau bertempat di Aula Kantor Desa Bontosunggu Kecamatan Bontoharu, Kamis (8/8)

Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh pembudidaya tambak berasal dari Kecamatan Bontoharu dan Bontosikuyu sebanyak 40 orang peserta yang terdiri dari 8 kelompok.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang diwakili oleh Hj. Sri Indrawati, S.Pi., M.Si. Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Kecil Pembudidaya Ikan.

Dalam sambutannya Sri Indrawati mengatakan bahwa pelatihan ini dilaksanakan guna untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pembudidaya tambak di Kepulauan Selayar.

"Saya berharap para peserta mengikuti pelatihan ini dengan baik, semoga setelah pelatihan ini  para pembudidaya tambak mendapat tambahan pengetahuan dan keterampilan", Kata Sri Indrawati. 

Sementara itu Muh. Agus salah seorang Pembudidaya tambak mengungkapkan bahwa selama 2 tahun terakhir ini terjadi penurunan produksi.

"Selama 2 tahun terakhir ini terjadi penurunan produksi. Ini sangat kami rasakan karena adanya serangan penyakit yang mengakibatkan produksi menurun" ungkap Agus. 

Lebih lanjut, Muh. Agus mengatakan permasalahan ini sangat merugikan kami sebagai pembudidaya ikan bandeng dan udang karena sampai sekarang belum di dapatkan pemecahannya, kata Agus.

Sementara itu Ir. Muliani, M.Si. sebagai pemateri dari Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAP3) Kementerian Kelautan dan Perikanan menjelaskan bahwa gagal panen dapat disebabkan oleh berbagai macam sumber penyakit seperti : jamur, parasit, bakteri dan virus, serta penyakit yang berasal dari faktor lingkungan itu sendiri, misalnya : pemilihan bibit, pakan yang tidak bisa di cerna oleh udang, pengolahan tanah yang kurang maksimal, pemakaian pestisida dan pemeliharaan kualitas air.

Olehnya itu, pembudidaya harus memahami jenis penyakit dengan melihat kondisi udang atau ikan bandeng yang sakit. Sehingga mampu menangani dan mencegah menyebarnya penyakit.

"Pembudidaya harus senantiasa memantau kondisi udang atau ikan bandeng sehingga bisa dilakukan pencegahan memutus jaringan penyebab terjadinya penyakit", jelas Muliani. 

"Pada intinya pembudidaya tambak harus mengaplikasikan pemeliharaan yang sesuai dengan teknis budidaya yang baik, seperti memaksimalkan pengolahan tanah, pemilihan bibit yang berkualitas dan pemeliharaan kualitas air" kunci Muliani. _(Afd)_