Wakil Bupati Kep. Selayar Buka Resmi Pameran Bursa Inovasi Desa 2019

Iklan Semua Halaman


Header Menu

Wakil Bupati Kep. Selayar Buka Resmi Pameran Bursa Inovasi Desa 2019

Media Selayar
Kamis, 25 Juli 2019
Wakil Bupati Kep. Selayar Buka Resmi,Pameran Bursa Inovasi Desa 2019

MEDIA SELAYAR. Wakil Bupati Kepulauan Selayar, Dr. H. Zainuddin SH. MH membuka secara resmi Bursa Inovasi Desa (BID) sekaligus melaunching Gerakan Selayar Siap Cegah Stunting (GESIT).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Selayar ini berlangsung di ruang Pola Kantor Bupati Kep. Selayar, Kamis (25/7).

Pembukaan Pameran Bursa Inovasi Desa (BID)  dan Launching tersebut ditandai dengan penabuhan gendang oleh Wakil Bupati Kepulauan Selayar Dr. H. Zainuddin, S.H., M.H., di dampingi oleh Kabid Pengembangan dan Kerja sama Dinas PMD Pemprov Sulsel Rais Rahman, S.STP., M.M., serta plt. Kadis PMD Selayar, Irwan Baso, S.STP., serta unsur dari Kodim 1415 Selayar dan Polres Selayar.

Dalam BID tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama gerakan Selayar siap cegah stanting 2020 oleh unsur OPD terkait, pemerintah desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM) dan BPD sebagai peserta BID.

Dalam penandatanganan ini diawali dengan pembacaan naskah oleh tenaga ahli pelayanan sosial dasar Muh. Ihsan Maro, S. Ag.

Wakil Bupati Kepulauan Selayar Dr. H. Zainuddin, S.H., M.H., mengatakan bahwa desa saat ini menjadi primadona dari segi pembangunan. Ini adalah salah satu kebijakan dari Presiden RI yang membangun dari desa.

Dikatakan BID ini adalah merupakan ruang berpikir dan ruang berbuat bagi masyarakat desa untuk menorehkan ide-ide kreatif sehingga dapat mendatangkan manfaat secara berlipat ganda kepada masyarakat.

“Dimensi tentang BID ada 3, bisa menyangkut infrastruktur, menyangkut SDM dan dunia usaha. Itulah yang semestinya dipikirkan oleh pemerintah desa dan masyarakatnya bagaimana mencari suatu ide2 yang lebih kreatif untuk bisa mengembangkan pendapatan dan manfaat bagi masyarakat desa,” kata H. Zainuddin.

Terkait upaya pencegahan stanting, Zainuddin mengemukakan dibutuhkan manusia berkualitas, dalam pengertian orangnya harus cerdas, dan kecerdasan itu harus akumulatif.

Sementara Kabid Pengembangan dan Kerja sama Dinas PMD Pemprov Sulsel Rais Rahman, S.STP., M.M., mengatakan BID adalah suatu rangkaian kegiatan dari pelaksanaan program inovasi desa.

“Program inovasi desa ini hadir karena adanya tuntutan untuk mengoptimalkan pemanfaatan dana desa,” kata Rais rahman.

Sebagai informasi, Rais Rahman mengemukakan bahwa untuk Provinsi Sulawesi Selatan selama 4 tahun terakhir sudah menggunakan dana desa untuk 2.255 desa, sebesar kurang lebih 7,3 trilyun. Jumlah yang cukup besar dimana pemerintah pusat memberikan dana sebesar itu untuk mempercepat kemajuan di desa.

Namun kata dia hasil evaluasi pemanfaatn dana desa, sementara ini dianggap belum optimal pemanfaatannya.

Rais Rahman berharap dengan pelaksanaan program inovasi desa yang salah satu kegiatannya adalah pelaksanaan BID, bisa mengoptimalkan pemanfaatan dana desa jauh lebih baik dengan apa yang dihasilkan saat ini. (KT2)