PAD Dari Pajak Hotel Dan Penginapan Di Selayar Tidak Capai Target

Iklan Semua Halaman


Header Menu

PAD Dari Pajak Hotel Dan Penginapan Di Selayar Tidak Capai Target

Media Selayar
Sabtu, 22 Juni 2019
PAD Dari Pajak Hotel Dan Penginapan, Di Selayar Tidak Capai Target


MEDIA SELAYAR. Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Pendapatan Dan Asset Daerah, Kabupaten Kepulauan Selayar  Drs. H. Andi Nur Haliq. M.Si menyebut bahwa target perolehan pendapatan asli daerah (PAD) pajak dari sektor penginapan dan hotel tidak mencapai target. Penyebabnya karena rendahnya persentase tingkat hunian kamar di daerah ini.

Hanya 8% tingkat keterisian kamar hotel di Selayar pertahun. Dimana untuk 2018 lalu, potensi pajak hotel 1.994. 756.500. angka ini jika semua kamar hotel terisi selama 365 hari.

Kalau tahun 2018, dengan hasil yg ada itu, berapa persen dari target atau prediksi potensi pajak 2018 dimana tingkat keterisian kamar hanya 8 persen dari potensinya, Kalau tahun 2018 175 605.000,- kalau tahun 2019 saya belum atau angkanya jawab H. Andi Nur Haliq. 

Jumlah tamu yang kecil. Buktinya kalau ada hotel baru berdiri, maka akan muncul hotel yang hidup tak mau matipun enggan. Kita berharap beberapa tahun kedepan mungkin bisa, imbuhnya. 

Jumlah hotel ada 29 dan baru 25 yang beroperasi dengan jumlah kamar 144 buah. 

Kalau masalah pajak manusiawi kalau cenderung menghindar. Pintar pintarnya kita saja mengorek datanya. Kita bisa tegas kalau sudah menggunakan sistem IT.

Pencapaian PAD dari sektor perpajakan hotel dan penginapan didaerah ini merupakan hasil dari kerja keras petugas penarik pajak. Pihaknya mengapresiasi para petugas penarik pajak yang selama ini sudah bekerja keras untuk menarik pajak. 

Para petugas rutin jemput bola ke objek pajak dan menagih pajak yang menunggak. Cara lain yang dilakukan untuk meningkatkan pajak. Harapannya ke depan dapat membangun kesadaran wajib pajak untuk membayar sebelum jatuh tempo.

Sementara itu H. Nurwan, Koordinator Divisi Pariwisata FPS yang juga dikenal sebagai aktivis FAILS Indonesia, saat ditemui di pelataran warkop Abang, jl. Sudirman Benteng Selayar, merasa prihatin dengan rendahnya pendapatan daerah kampung halamannya dari sektor pajak hotel dan penginapan. 

" Saya ga nyangka kalau pendapatan pajak hotel dan penginapan, yang segitu rendahnya persentase tingkat hunian hotel yang diterima laporannya oleh Pemerintah Daerah. Harusnya lebih tinggi, karena kalau dilihat faktanya, setiap hari tamu datang dan pergi ke daerah wisata ini."

Baik itu melalui jalur darat maupun jalur udara, banyak yang nginap di hotel dan penginapan. Ini perlu perbaikan menajemen agar tidak kebobolan oleh pengusahanya. Masak Pemerintah kalah dari pengusaha. jangan main kucing-kucingan dong, apalagi sekarang sudah ada investor yang melakoni bisnis jasa hotel dan penginapan di daerah kita, Pemerintah harus lebih rajin menjemput bola, kuncinya. (*)