BMKG Mendeteksi Getaran Gempa 4,7 SR Di Pulau Panjang

MEDIA SELAYAR. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya getaran gempa bumi bermagnitudo 4,7 di Pulau Panjang, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Selasa (18/6/2019) pukul 15:42:23 WIB.
BMKG menjelaskan, pusat gempa berada pada posisi 8.36 LS, 116.76 BT dengan kedalam 10 km. Gempa dirasakan hingga Lombok Timur, Lombok Utara dan Sumbawa Barat. Gempa dirasakan (MMI) dalam skala II di Lombok Utara serta skala III di Lombok Timur dan Sumbawa Barat.
Seperti yang dirasakan oleh para peserta meeting aktivis lingkungan di kaki gunuing Rinjani, NTB.
" Ya, kami disini juga merasakan dan sempat bubar dulu baru lanjut, akibat adanya gempa tadi", jawab Ibrahim, kepada Pewarta melalui WA, Selasa (18/6) sore pkl. 17.21 Wita.
Skala II be Skala III MMI artinya getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. Sementara skala III berarti getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
"Mag:4.7, 18-Jun-19 15:42:23 WIB, Lok:8.36 LS, 116.76 BT (Pusat gempa berada di laut 18 km BaratLaut PULAU PANJANG), Kedlmn:10 Km Dirasakan (MMI) III Lombok Timur, III Sumbawa Barat, II Lombok Utara #BMKG," tulis BMKG lewat akun Twitter resminya, @infoBMKG.
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
Trending Now
-
MEDIA SELAYAR. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar meraih penghargaan Adipura Tahun 2023 dari Kementerian Lingkungan hidup dan Kehutanan ...
-
MEDIA SELAYAR. Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Ujang Darmawan Hadi Saputra, SH.,S.IK.,MM.,M.IK, menghadiri buka puasa bersama yang dilaksana...
-
MEDIA SELAYAR – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi, getarannya...
-
JAKARTA, Industri perjalanan Umrah Indonesia mulai melihat desa sebagai ruang baru untuk membangun pasar, bukan sekadar sebagai sumber calo...
-
JAKARTA ■ MEDIA SELAYAR — Ketua Umum Lembaga Investigasi Negara (LIN) Gus Robi Irawan Wiratmoko mendesak Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) seg...


