Home » , , , , , , , » Orang Tua Hamdan Dan Sudarling Mohon Anaknya Dibebaskan

Orang Tua Hamdan Dan Sudarling Mohon Anaknya Dibebaskan

Penulis Media Selayar on Selasa, 24 Januari 2017 11.36.00

Orang Tua Hamdan Dan Sudarling, Mohon Anaknya Dibebaskan

MEDIA SELAYAR. Hingga hari ke 6, Selasa (24/1), Hamdan dan Sudarling yang diduga disandera oleh kelompok militan bersenjata di Fhilipina masih belum ada kepastian terkait posisi dan kondisi kedua orang Selayar tersebut. Sementara itu, orang tua dan keluarga keduanya berharap agar Pemerintah segera menyelamatkan mereka.

Jayanti, Orang tua Hamdan kepada Kapolres Kep.Selayar Akbp.Eddy S.Tarigan S.Ik (23/1) berharap kiranya ada kabar baik tentang anaknya itu. Bahkan ia berharap anaknya segera dibebaskan.

Hal yang sama diungkapkan oleh Salim, ayah Sudarling, dihadapan Kapolres meminta agar kelompok bersenjata yang menculik Sudarling segera membebaskan anaknya itu. Ia berharap kiranya pemerintah cepat mengambil langkah untuk menyelamatkan anaknya.

Keluarga Hamdan dan Sudarling saat ini telah difasilitasi oleh Pemerintah Daerah dan Polres kep.Selayar untuk stay menunggu informasi di Ibu kota Kabupaten Selayar. Setidaknya hal ini bisa memudahkan pihak keluarga mendapatkan informasi perkembangan keberadaan keluarga mereka yang diduga sandera kelompok militan Abu Sayyaf.

Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Eddy Suryantha Tarigan S.Ik memantau langsung keluarga tersebut. Akbp Eddy Tarigan menemui mereka di Lorong 3, Jalan Aroepala Kecamatan Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar, pada Senin (23/1) kemarin.

Setelah sebelumnya, keluarga ini dijemput dari pulau dimana mereka berdomisili. Kapolres meminta kepada Keluarga Hamdan dan Sudarling untuk bersabar karena persoalan ini telah ditangani serius oleh Pemerintah. Dan berharap agar segera mendapat kejelasan dimana kedua warga Selayar tersebut berada.

Sekedar diketahui bahwa sebelumnya diberitakan bahwa Hamdan dan Sudarling adalah warga Selayar yang menjadi kru kapal nelayan Sandakan BN 838/4/F. Mereka menjadi korban penculikan oleh pelaku yang selama ini beroperasi di Filipina selatan.

Hal itu diketahui setelah ditemukannya kapal dalam keadaan bergerak dengan mesin masih hidup, yang kemungkinan terjadi di perairan Sandakan, Malaysia. Saat itu, kapal bergerak sendiri menuju perairan Taganak, Filipina selatan. (@) 

BERITA TERKAIT : 

0 KOMENTAR TRENDERS:

Posting Komentar

Terima Kasih Telah Berbagi Dengan Kami Di Redaksi Blog Media Selayar