TMMD Ke-128 Menjangkau dari Timur Ke Barat Selayar

Redaksi
Minggu, 03 Mei 2026 | 11:33 WIB Last Updated 2026-05-03T03:33:51Z

MEDIA SELAYAR | SELAYAR — Pelaksanaan program Manunggal Membangun Desa (TMMD) TNI ke-128 di Kabupaten Kepulauan Selayar terus menunjukkan kemajuan yang nyata dan terarah.

Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap, dengan fokus awal di Desa Batangmata Sapo dan Tamalanrea, sebelum berlanjut ke Desa Kahu-Kahu Utara di bagian barat Pulau Selayar.

Di wilayah Batangmata Sapo, pelaksanaan TMMD telah mengalami kemajuan yang signifikan. Berbagai kegiatan pembangunan infrastruktur dan kegiatan pendukung lainnya terus dilakukan secara kolaboratif antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat. Hasilnya mulai dirasakan langsung oleh warga setempat.

Selanjutnya, kegiatan TMMD juga dilaksanakan di Desa Tamalanrea sebagai bagian dari upaya untuk memastikan pembangunan yang merata, sehingga manfaat program dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Rangkaian kegiatan ini kemudian berlanjut ke Desa Kahu-Kahu Utara, yang terletak di bagian barat Pulau Selayar. Di sini, program TMMD ke-128 akan dimulai, dengan satu program tambahan yaitu rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Penerima manfaat program RTLH adalah Tutu (60), seorang nelayan, istrinya, Bau Bunga (59), dan putri mereka, Sakina. Rumah yang mereka tempati saat ini akan segera direnovasi menjadi tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan sehat sebagai manifestasi komitmen program TMMD.

Program TMMD ke-128 mencerminkan inisiatif pembangunan komprehensif—dari Batangmata Sapo, Tamalanrea, hingga Desa Kahu-Kahu Utara di bagian barat Selayar. Hal ini menunjukkan komitmen bersama untuk menyediakan pembangunan yang merata di seluruh wilayah.

Dandim 1415/Selayar, Letnan Kolonel Czi Yudo Harianto, S.T., selaku Komandan Gugus Tugas TMMD ke-128, menekankan bahwa implementasi TMMD ini bukan sekadar serangkaian kegiatan pembangunan, tetapi juga representasi nyata dari gerakan yang merata yang menyentuh seluruh Kepulauan Selayar.

"Kami menafsirkan perjalanan TMMD ke-128 sebagai gerakan pembangunan yang dimulai di Selayar bagian timur dan berlanjut ke barat. Ini bukan hanya tentang lokasi, tetapi tentang memastikan bahwa tidak ada wilayah atau komunitas yang tertinggal dalam pembangunan," katanya.

Ia menambahkan bahwa setiap titik implementasi, dari Batangmata Sapo, Tamalanrea, hingga Kahu-Kahu Utara, merupakan bagian dari gerakan terpadu, terencana, dan berkelanjutan.

"Dari Selayar timur hingga barat, kami ingin menciptakan dampak yang merata melalui pembangunan fisik dan penguatan kemitraan antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan masyarakat. Ini merupakan manifestasi dari komitmen kami untuk membangun dari pinggiran, sekaligus memperkuat persatuan TNI dan masyarakat," tambahnya.

Menurutnya, semangat kerja sama timbal balik yang dipupuk di setiap daerah merupakan kekuatan kunci keberhasilan program TMMD.

"Kami percaya bahwa ketika semua elemen bekerja sama, pembangunan tidak hanya akan selesai secara fisik, tetapi juga akan meninggalkan rasa kebersamaan yang kuat dan berkelanjutan bagi masyarakat Selayar," pungkasnya.

Dengan semangat kebersamaan dan kerja sama timbal balik ini, TMMD ke-128 diharapkan dapat memberikan dampak nyata dan memperkuat hubungan antara Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Nasional Indonesia (POLRI), pemerintah daerah, dan masyarakat. (hms/)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • TMMD Ke-128 Menjangkau dari Timur Ke Barat Selayar

Trending Now

Iklan