MediaSelayar.Com | Medianya Orang Selayar Soal Wanita Berpistol Serang Mabes Polri, Ini Pernyataan Lengkap Kapolri
  • Jelajahi

    Copyright © MediaSelayar.Com | Medianya Orang Selayar

    Soal Wanita Berpistol Serang Mabes Polri, Ini Pernyataan Lengkap Kapolri

    Kamis, 01 April 2021, 01:41 WIB Last Updated 2021-03-31T17:56:10Z


    MEDIA SELAYAR. Zakiah Aini pelaku penyerangan di Mabes Polri, diketahui masuk lewat pintu belakang Mabes Polri, dan sempat berbincang-bincang terlebih dahulu dengan petugas serta menanyakan lokasi kantor pos.


    Setelah itu, Zakiah Aini meninggalkan pos penjaga dan pergi ke arah pos siaga di dekat gerbang utama. Di sanalah Zakiah Aini menodongkan senjata api, dan terjadi baku tembak antara Zakiah Aini dan petugas, hingga akhirnya, ditembak mati di lokasi.


    Hal ini disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dalam jumpa pers di Mabes Polri, Rabu (31/3).


    Listyo Sigit menjelaskan bahwa petugas langsung menembak Zakiah Aini yang mencoba melakukan aksi teror.


    "Sekitar pukul 16.30 WIB tadi telah kita lakukan tindakan tegas terhadap pelaku teror yang mencoba melakukan aksi di Mabes Polri," ujar Kapolri. 


    Sigit juga membeberkan kronologi penyerangan Zakiah Aini sebelum ditembak polisi. 


    Awalnya, Zakiah Aini masuk dari pintu belakang Mabes Polri dan sempat berbincang-bincang terlebih dahulu dengan petugas serta menanyakan lokasi kantor pos.


    Setelah itu, Zakiah Aini meninggalkan pos penjaga dan pergi ke arah pos siaga di dekat gerbang utama. Di sanalah terjadi baku tembak antara Zakiah Aini dan petugas hingga akhirnya dirinya tewas.


    "Kemudian terhadap tindakan tersebut dilakukan tindakan tegas terukur kepada yang bersangkutan. Kemudian dari hasil olah TKP ditemukan identitas yang bersangkutan bernama ZA umur 25 tahun, alamat di Jalan Lapangan Tembak, Kelapa Dua, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur," sambungnya.


    Kapolri menjelaskan, sekitar pukul 16.30 WIB tadi telah kita lakukan tindakan tegas terhadap pelaku teror yang mencoba melakukan aksi di Mabes Polri.


    Adapun kronologisnya, kurang lebih jam 16.30 WIB tadi ada seorang wanita yang berjalan masuk dari pintu belakang. 


    Kemudian yang bersangkutan mengarah ke pos gerbang utama yang ada di Mabes Polri. Yang bersangkutan kemudian menanyakan di mana keberadaan kantor pos dan kemudian diberikan pelayanan oleh anggota dan ditunjukkan arah kantor pos tersebut.


    Kemudian wanita tersebut meninggalkan pos tersebut. Namun kemudian yang bersangkutan kembali dan melakukan penyerangan terhadap anggota yang ada di pos siaga dengan melakukan penembakan sebanyak 6 kali. 


    2 kali tembakan kepada anggota di dalam pos. 2 kali ke anggota di luar, dan menembak lagi kepada anggota yang ada di belakangnya.


    Kemudian terhadap tindakan tersebut dilakukan tindakan tegas terukur kepada yang bersangkutan. Kemudian dari hasil olah TKP, ditemukan identitas yang bersangkutan bernama ZA umur 25 tahun, alamat di Jalan Lapangan Tembak, Kelapa Dua, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.


    Kemudian kita cek berdasarkan identifikasi sidik jari dan face recognition ternyata memang identitas sesuai. Kemudian dari hasil profiling terhadap yang bersangkutan, maka yang bersangkutan ini adalah tersangka atau pelaku lone wolf yang berideologi radikal ISIS yang dibuktikan dengan postingan yang bersangkutan di sosmed.


    Tersangka ini mantan mahasiswa di salah satu kampus dan drop out pada saat di semester V. Kemudian dari hasil pendalaman dan penggeledahan, kita dapatkan beberapa temuan terkait barang yang dibawa. Yang bersangkutan bawa map kuning, di dalamnya ada amplop bertuliskan kata-kata tertentu.


    Dan kemudian juga yang bersangkutan memiliki Instagram yang baru dibuat ataupun di-posting 21 jam yang lalu di mana di dalamnya ada bendera ISIS dan ada tulisan terkait dengan masalah bagaimana perjuangan jihad. Kita temukan juga saat penggeledahan di rumahnya surat wasiat dan ada kata-kata di WA grup keluarga bahwa yang bersangkutan akan pamit.


    Jadi saya sudah perintahkan kepada Kadensus untuk mendalami dan usut tuntas terhadap kemungkinan adanya kelompok jaringan yang terkait dengan tersangka ini.


    Oleh karena itu, dalam kesempatan ini saya sampaikan ke seluruh anggota untuk tetap beri pelayanan kepada masyarakat.


    Namun demikian tingkatkan kewaspadaan, tingkatkan sistem pengamanan baik di markas komando, maupun pada saat laksanakan tugas di lapangan. Jadi kami minta untuk rekan-rekan seluruhnya tetap beri pelayanan total kepada masyarakat. (***)

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Berita Terbaru