MediaSelayar.Com | Medianya Orang Selayar Kapolri Sebut Bom di Katedral Makassar Terkait Penangkapan 24 Teroris di Sulsel
  • Jelajahi

    Copyright © MediaSelayar.Com | Medianya Orang Selayar

    Kapolri Sebut Bom di Katedral Makassar Terkait Penangkapan 24 Teroris di Sulsel

    Senin, 29 Maret 2021, 05:39 WIB Last Updated 2021-03-29T02:22:53Z


    MEDIA SELAYAR.
    Aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, ada kaitannya dengan penangkapan 24 tersangka terorisme yang berasal dari Sulawesi Selatan, pada Januari 2021 lalu.


    "Peristiwa tersebut ada kaitannya dengan penangkapan 24 tersangka terorisme pada bulan Januari 2021 di wilayah Sulawesi Selatan," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, usai meninjau lokasi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3).


    Kapolri mengatakan terduga pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, berjumlah 2 orang, laki-laki dan wanita.


    "Kejadian tersebut dilakukan oleh 2 orang. Satu pelaku yang berhasil diidentifikasi berinisial L (sidik jari identik), sedangkan satu pelaku lainnya masih diidentifikasi," ujar Listyo.


    Lebih lanjut, Listyo Sigit Prabowo, mengungkapkan terduga pelaku juga diketahui merupakan bagian jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dari kelompok Daro. 


    Menurutnya, kelompok Daro merupakan pelaku yang beberapa waktu lalu diamankan. Kelompok ini bergabung terkait yang pernah melakukan aksi teror di Gereja Katedral Jolo, Filipina.


    "L merupakan kelompok JAD yang memiliki keterkaitan dengan peristiwa pengeboman gereja Katedral Jolo Philipinan Selatan pada Januari tahun 2018," katanya.


    Dengan kejadian ini, Listyo mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. Dia meminta masyarakat menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada Polri.


    Secara khusus kami juga memohon kepada seluruh tokoh agama untuk membantu menyampaikan kepada masyarakat untuk tetap tenang, kata Listyo. (***)

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Berita Terbaru