Bahaya Menyelam Pakai Kompressor Ban, Bisa Lumpuh, Tuli Dan Meninggal Dunia

Iklan Semua Halaman


Header Menu

Bahaya Menyelam Pakai Kompressor Ban, Bisa Lumpuh, Tuli Dan Meninggal Dunia

Media Selayar
Kamis, 20 Juni 2019
Bahaya Menyelam Pakai, Kompressor Ban, Bisa Lumpuh, Tuli Dan Meninggal Dunia

MEDIA SELAYAR. Bahaya menyelam menggunakan kompresor sangat penting dipahami dan dimengerti oleh para nelayan penyelam dan nelayan panah di Kabupaten Kepulauan Selayar. Karena akibat dari penggunaan kompresor ini dapat menyebabkan lumpuh, tuli, bahkan bisa mengakibatkan kematian. 

Kompressor yang dilarang adalah kompressor yang menggunakan mesin bensin karena gas buang knalpot (CD) ikut tersimpan dalam tabung kompressor yang membahayakan penyelam. Selain itu berdasarkan aturan bahwa kompressor yang dilarang adalah kompressor yang digunakan oleh penyelam untuk kegiatan penangkapan yang merusak lingkungan.

Seperti penangkapan dengan cara menggunakan bom, menebar racun, menyemprotkan bius serta penangkapan muroami yang cara operasinya dengan memukul-mukul karang untuk memaksa ikan keluar dan tempat persembunyiannya supaya mudah ditangkap.

Memang ada kompressor yang dibenarkan digunakan dilaut seperti kompressor elektrik untuk mengisi tabung penyelam (rekreasi), kompressor elektrik untuk penyelam menggunakan alat tangkap harpoon (panah)/tombak dan kompressor yang terkait dengan mesin kapal perikanan (kompressor engine, kompressor mesin pendingin, kompressor hidrolik)

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menetapkan Destructive Fishing Practices (DFP) sebagai cara penangkapan ikan yang ilegal dan sangat berbahaya. Namun sayangnya, masih banyak nelayan yang menggunakan cara ini untuk menangkap ikan.

Mereka menyeburkan diri ke laut dan hanya mengandalkan alat bantu pernapasan dari selang yang terhubung mesin kompresor. Kemudian di dalam laut, nelayan menyuntikkan cairan bius berupa zat potasium sianida ke jenis ikan karang seperti ikan napoleon dan kerapu, maksudnya agar ikan tersebut lemas dan mudah ditangkap

Mengapa aturan melarang penggunaan mesin kompresor sebagai alat bantu pernapasan oleh para nelayan penyelam ? Karena cara ini bisa mengakibatkan efek negatif bagi nelayan penyelam, seperti lumpuh, tuli hingga meninggal dunia.

"Praktik penyelaman menggunakan kompresor yang juga berisiko sangat tinggi, bisa menyebabkan kelumpuhan, dekompresi, ketulian dan berbagai hal lain, akibat tata cara penyelaman yang tidak standar, juga kematian," tegas Zulficar Mochtar, seperti dikutip dari Kumparan,com, Rabu (16/5). Zulfikar Mochtar saat ini menjabat sebagai Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

Zulficar mengungkapkan banyak nelayan pengguna mesin kompressor yang kondisinya saat ini lumpuh. Kelumpuhan tersebut adalah efek dari gas karbon dioksida yang dihasilkan mesin kompresor dan dihirup oleh para nelayan bius.

"Kasus kematian akibat kena bom, maupun akibat lumpuh dan dekompresi penyelaman banyak terjadi ," sebutnya.
Tetapi ironisnya, dampak buruk tersebut masih dianggap sebelah mata oleh para nelayan. Bagi Zulficar, ini menjadi pekerjaan rumah yang cukup berat bagi semua pihak agar bisa menghilangkan kebiasaan para nelayan.

Khusus di Kabupaten Kepulauan Selayar, saat ini, Pemerintah Kabupaten menyatakan perang dengan kegiatan illegal fishing. Termasuk melakukan penertiban terhadap nelayan yang menggunakan alat bantu kompressor dilaut Selayar.

Dari data informasi yang diterima Pewarta, ada belasan kompresor saat ini diamankan oleh Balai Taman Nasional Takabonerate dari nelayan, karena diduga digunakan sebagai alat bantu pernafasan saat mencari hasil di perairan Takabonerate yang memang dilindungi dari kegiatan dan aksi illegal.

Selain itu, Pemerintah dan instasi terkait juga sementara mencari formula yang bisa menjadi solusi permasalahan nelayan penyelam di daerah ini. (*)