Bupati Kep.Selayar Teken MoU Perikanan Dengan Investor PT.Amreta Batam Indonesia

MEDIA SELAYAR. Hari ini Senin (17/10), berlangsung penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerjasama investasi bidang pengembangan kelautan dan perikanan antara Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar dan PT. Amreta Batam Indonesia di Makassar.
Bupati Muh.Basli Ali dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap niat investasi kepada jajaran manajemen PT.Amreta Batam di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Sekaligus menyampaikan sepakatnya Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar untuk menandatangani kesepakatan dalam Mou dengan pihak perusahaan investor.
Investasi yang dilakukan PT.Amreta Batam di Kabupaten Kepulauan Selayar menurut Bupati harus mendapat support dari semua pihak serta setidaknya semua pihak harus menyadari bahwa tujuan investasi PT.Amreta Batam sangatlah mulia sehingga perlu mendapat jaminan keaamanan dan komitmen pemerintah daerah.
Selain itu Bupati menyatakan bahwa dirinya selaku Bupati, akan melakukan langkah-langkah yang produktif dalam memberikan support kepada pihak investor PT.Amreta Batam Indonesia.
Hadir dalam penandatangaan MoU, adalah Wakil Gubenur Sulsel, Ir.H.Agus Arifin Nu"mang, Sekda Kep.Selayar, Dr.Ir.Marjani Sultan MSi dan sejumlah kepala Skpd terkait. (lo2)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
Trending Now
-
MEDIA SELAYAR | JAKARTA— Anggota Komisi XII DPR Yulian Gunhar menyatakan bahwa pemerintah perlu meningkatkan cadangan untuk mengantisipasi ...
-
MEDIA SELAYAR | TEHERAN — Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf dengan tegas menolak semua usulan gencatan senjata. Ia menekankan perl...
-
MEDIA SELAYAR — JAKARTA — Perang yang sedang berlangsung di Timur Tengah merupakan kekhawatiran serius bagi pemerintah Indonesia. Lebih jau...
-
MEDIA SELAYAR ■ TEHERAN — Ribuan orang berkumpul di Minab, Iran, untuk pemakaman massal bagi mereka yang tewas pada hari Sabtu lalu, ketik...
-
MEDIA SELAYAR | QATAR — Harga minyak mentah telah meroket melampaui $100 per barel menyusul dampak dari perang tanpa provokasi antara AS da...

