Sabtu, 02 Maret 2019

Sabtu, Maret 02, 2019
Opini : " Adakah Kemungkinan BBM Kebutuhan Warga Selayar, Bisa Kembali Normal ? "

MEDIA SELAYAR. Dalam kurun waktu yang sudah cukup lama, bahan bakar di Kabupaten Kepulauan Selayar boleh disebut tidak pernah normal dan kerap menjadi satu persoalan ditengah-tengah masyarakat daerah ini.

Baik itu harga yang dinilai bervariasi ditingkat pengecer maupun dalam hal jumlah pasokan yang dinilai belum transfaran oleh sejumlah pengamat. Serta antrian panjang yang tidak pernah putus didepan pangkalan saat stok apms ada.

Termasuk munculnya pertanyaan publik tentang keberedaan bahan bakar ditingkat pengecer yang boleh disebut tidak pernah kehabisan stok dibanding pangkalan resmi yang hanya bisa bertahan beberapa hari lalui stoknya habis. Lalu darimana para pengecer ini dapat pasokan ?

Beberapa hari terakhir bahkan beberapa minggu terakhir ini, pengendara roda dua, mobil pribadi dan angkutan umum, harus mengantri berjam-jam, untuk mendapat BBM di sejumlah Agen Premium Minyak dan Solar (APMS).

Entah dari mana harus memulai agar kondisi dan keberadaan bahan bakar kebutuhan warga segera terpenuhi dan bisa didapatkan warga tanpa harus banyak keluhan, seperti antri dan harga mahal di tingkat pengecer.

Seluruh pihak sudah turun tangan, termasuk Pihak Keamanan dan Pertamina. Pemerintah juga sudah mengeluarkan kebijakan untuk memperlancar pemenuhan bbm warganya. Namun entah apa yang menjadi biang dari semua keluhan warga Selayar terkait bahan bakar kebutuhan mereka.

Bukan saja di daratan Selayar dan ibu kota Benteng namun di wilayah kepulauan Selayar yang tidak kalah banyak jumlah konsumsinya sangat perlu dipikirkan oleh pemerintah daerah ini.

Sudah belasan pihak terkait dan berwenang yang menangani perihal bahan bakar di daerah ini, termasuk pihak pengelola apms di Selayar yang dimintai konfirmasi sepertinya hanya bisa berteori dan terkesan tidak mampu mengatasi hal ini. 

Entahlah apa kendala dari semua hal ini. Ketidak mampuan mengelola atau ketidakmauan merasakan kesulitan warga atas kebutuhan bahan bakar ? Wallahu Alam.

Lalu kapan bahan bakar di Selayar dapat kembali normal hingga ke wilayah kepulauan ? jawabnya juga Entahlah ?





(Red)
MEDIA SELAYAR. Diberdayakan oleh Blogger.