Sabtu, 08 Desember 2018

Opini Tentang Bahan Bakar Warga, Di Selayar Dan Kepulauan

 Penulis Opini : A. Lolo

MEDIA SELAYAR. Opini warga tentang keberadaan bahan bakar bensin di Kabupaten Kepulauan Selayar hingga saat ini sepertinya ada benarnya. Bahwa sekian lama perkembangan pembangunan didaerah ini, keberadaan dan harga bbm sering menjadi kendala dan masalah.

Pasal alasannya ada, yaitu pasokan terlambat dan alasan klasik lainnya. Anehnya, keberadaan bbm di tingkat pengecer yang harganya selangit, dengan takaran yang dipertanyakan tidak pernah habis.

Semoga menjadi salah satu bahan dalam perencanaan pembangunan, agar masyarakat Selayar dapat menikmati kelayakan menikmati bbm, seperti didaerah lain.

Dalam tanda kutip, khususnya didaerah kepulauan Selayar yang lebih parah. Belum lagi harganya yang tidak merata alias seenak penjualnya.

Sama dengan agen resmi, mereka hanya bisa meraup keuntungan dari penjualan bahan bakar, tapi tidak memikirkan masyarakat Selayar dengan seenaknya saja menutup dan membuka station penjualan bahan bakarnya.

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah, kenapa di daerah lain bisa, sementara di Selayar tidak bisa. Apakah Pertamina tidak pernah memikirkan hal ini ?

Sebenarnya berapa jumlah jatah masyarakat Selayar dari Pertamina ? mulai Solar, Premium, Pertalite dan lainnya kalau ada. Habis betul ji kah ? atau habis mi ? "  Siapa pengawasnya ? Mana Pertamina ?

Kurangi dengan jumlah kendaraan yang membeli setiap harinya, lalu bagi dan kalikan sesuai peruntukkannya. Pasti dapat jumlahnya. Bingung to ? Makanya gampang dipermainkan karena hitungannya membingungkan, barangkali"?

Semoga opini ini tidak menjadi bahan fitnah dan saling tunjuk kesalahan. Namun bila di cermati, memang perlu penelusuran khusus bagi penyalur bbm di daerah ini.  Selanjutnya adakah pemerintah terkait pernah turun menelusurinya ? Jika ada, lalu kenapa tidak ada solusinya. Kan ada Pemprov dan Pemerintah Pusat yang bisa membantu.

Bukankah bahan bakar untuk warga Indonesia termasuk di Selayar ini sudah disubsidi negara ? ataukah belumpi ?" bagaimanakah ?"  kalau di subsidi kenapa di naikkan lagi harganya ? "

Ataukah................................................................................................................""""""""

opini penulis habis..


Ket. Gambar : 
Pangkalan Pertamina Di Sebelah Selatan Benteng Tertutup Siang Ini Sabtu 8 Desember 2018.

0 KOMENTAR TRENDERS:

Posting Komentar

Terima Kasih Telah Berbagi Dengan Media Selayar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

MEDIA SELAYAR. Diberdayakan oleh Blogger.