Jumat, 07 Desember 2018

Miris " Dirujuk Ke Makassar, Penderita Kanker, Ini Hanya Naik Travel Sewa

MEDIA SELAYAR. Foto diatas diambil Pewarta, saat perjalanan dari pelabuhan Pamatata ke Pelabuhan Bira, pagi ini Jumat 7 Desember 2018. Diatas kapal Feri. Ia menuju Makassar tanpa fasilitas ambulance dan tanpa tandu. Penderita kanker kandungan ini hanya naik mobil travel dengan menahan rasa sakit yang dideritanya.

Keluarga Winda bercerita bahwa mereka berasal dari Kecamatan Pasimasunggu dan dengan terpaksa harus segera berobat ke Makassar, bermodalkan rujukan dari dokter RSUD Selayar yang memvonis sang pasien dengan penyakit kanker kandungan.

Ia sebelumnya telah menjalani operasi penyakitnya di RSUD Selayar dan dinyatakan sembuh selanjutnya keluar dari rumah sakit. Namun selanjutnya diberi rujukan untuk melanjutkan pengobatan ke RS Wahidin di Makassar.

Menurutnya bahwa pelayanan di RSUD Selayar sudah lumayan dan Ia mengaku tidak mendapat fasilitas ambulance karena sebelumnya telah dioperasi dan telah keluar rumah sakit. Dan dari penjelasan yang didapatnya bahwa jikalau pasien sudah keluar maka tidak lagi mendapat fasilitas ambulance, katanya saat ditanya Pewarta.

Ditanya mengenai kemungkinan karena pembiayaan, Kepada Pewarta Ia tidak menjawab dan menyampaikan bahwa semua berjalan seperti biasa saja. Saya ke Makassar naik travel dan tandu yang dipakainya tidur itu adalah tandu diatas kapal.

Pasien ini dirujuk ke Makassar setelah lima hari di rumah sakit dan mendapat rujukan ke rumah sakit Wahidin di Makassar tapi tidak difasilitasi ambulance karena menurutnya sudah pernah keluar sebelumnya. Apakah hal ini benar ada aturan seperti itu, Ia sendiri tidak tahu. Ia hanya bisa pasrah dan mau sembuh dengan berangkat sendiri ke Makassar.

Sementara itu kurang sepekan sebelumnya, pada kasus pasien rujukan terhadap pasien bernama H. Alber asal Desa Jinato yang dirujuk ke rumah sakit Faisal di Makassar dari RSUD Selayar, mendapat fasilitas ambulance dengan mengeluarkan biaya sebesar 2,5 juta rupiah. Dimana biaya ini menurut penjelasan yang diterima dapat di klaim kembali mengingat pasien tersebut adalah peserta BPJS gratis.

Kendati demikian, keluarga pasien bernama Taju mengeluh bahwa sebenarnya berat Pak, kalaupun kita bisa dapat kembali uang kita, tapi kami masyarakat awam sangat susah mengurusnya apalagi kami tinggal di pulau.

Dan menurut Taju, orang tuanya yang dirujuk ke Makassar sudah meninggal dunia sehari setelah tiba di Makassar. Seharusnya sebelum di rujuk, ada yang bisa menyampaikan ke kami pihak keluarga tentang peluangnya untuk bisa sembuh, karena percuma saja kita rujuk dan keluar biaya kalau sudah tidak bisa diselamatkan seperti pada kasus Bapaknya tersebut.

Mengenai urusan biaya yang dikeluarkannya, Ia tidak bisa mengurus karena Bapaknya sudah meninggal dunia dan mengatakan, terserah saja, mau dikembalikan saya terima dan kalau tidak dikembalikan karena tidak diurus, ya harus bagaimana lagi, maklum kami orang desa dan tidak tahu urusan administrasi, kuncinya kepada Pewarta. 

Sementara itu mengenai penyiapan fasilitas ambulance bagi pasien rujukan, Pewarta menanyakan melalui WA grup dan mendapat jawaban dari Kadis Kesehatan , bahwa fasilitas ambulance disiapkan oleh pihak rumah sakit. (Tim)


0 KOMENTAR TRENDERS:

Posting Komentar

Terima Kasih Telah Berbagi Dengan Media Selayar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

MEDIA SELAYAR. Diberdayakan oleh Blogger.