Senin, 05 November 2018

Kodim 1415, Sosialisasikan Balatkom dan Paham Radikal

MEDIA SELAYAR. Kodim 1415 Selayar menggelar Sosialisasi Antisipasi Balatkom dan Paham Radikal di Aula Makodim 1415 Kabupaten Kepulauan Selayar, pada Senin (5/11/2018).

Balatkom merupakan singkatan dari bahaya laten komunisme.

Tema melalui pembinaan antisipasi balatkom dan paham radikal prajurit TNI AD senantiasa pro aktif, melaksanakan cegah dini dan deteksi dini terhadap bahaya laten komunis, dan paham radikal yang terjadi di wilayah NKRI untuk mewujudkan negara berdaulat berdasarkan pancasila dan undang- undang dasar tahun 1945.

Dihadiri Dandim 1415 Selayar Letkol Arm Yuwono, Kasdim 1415 Selayar Mayor Inf Junaid, Ketua Persit Cabang XXIX Selayar 1415 Selayar Novi Trikusuma Ningrum Yuwono, Danpos TNI AL diwakili oleh Serda Arnold, Persit cabang XXIX Selayar serta personil kodim 1415.

Dandim 1415 Selayar Letkol Arm Yuwono mengatakan, komunis itu tidak akan pernah mati, artinya perjuangan tidak akan pernah berhenti untuk mengancam wilayah NKRI dan mempengaruhi ideologi kapitalisme yang berkembang pesat di Indonesia.

"PKI pernah berusaha melakukan pemberontakan terhadap pemerintah Hindia Belanda yakni pada tahun 1926 tetapi berhasil digagalkan, peristiwa bersejarah lainnya bahwa PKI diduga menjadi dalang dari pemberontakan PKI Madiun dan dituduh membunuh Jendral TNI AD pada tanggal 30 September 1965," kata Letkol Arm Yuwono.

1. Paham Komunis

Sementara itu Kapten Arm Husain menambahkan bahwa, PKI Partai Komunis Indonesia dalam konsepnya sangat bertentangan sekali dengan ideologi/paham yang kita anut yaitu Pancasila.

"Paham Komunis menanamkan ajaran tidak mengenal tuhan(Atheis), situasi dan kondisi dalam hal ini sgt berbeda sekali dengan tradisi leluhur NKRI yang membebaskan rakyat untuk memeluk agama pada pasal 28E yang telah di dasarkan pada asas Pancasila," tuturnya. (*)


0 KOMENTAR TRENDERS:

Posting Komentar

Terima Kasih Telah Berbagi Dengan Media Selayar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

MEDIA SELAYAR. Diberdayakan oleh Blogger.